Pemkot Semarang Antisipasi Lonjakan Pemudik Jalur Darat

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Pemerintah Kota Semarang mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap lonjakan arus pemudik yang menggunakan jalur darat, menjelang puncak mudik yang diperkirakan jatuh pada 19 Maret 2026. Menurut Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, arus kedatangan pemudik baik melalui jalur udara maupun darat saat ini masih terkendali.

Agustina menyampaikan kekhawatirannya terkait puncak mudik yang akan datang, terutama di jalur darat. Dalam inspeksi yang dilakukan bersama jajaran forkompinda, ia meninjau simpul-simpul transportasi seperti Stasiun Tawang dan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Dari hasil pantauan di posko-posko, pelayanan dan pengawasan di Stasiun Tawang dan bandara hingga saat ini berjalan lancar," ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Polrestabes Semarang guna menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan. Salah satu opsi yang mungkin diterapkan adalah sistem satu arah (one way), meskipun pelaksanaannya akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

Agustina berharap langkah tersebut tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas warga lokal. "Tapi kapan itu nanti menunggu arahan dari pusat dan kita berharap Semarang tidak begitu terdampak," tambahnya.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia juga mengimbau warga Semarang untuk menyambut pemudik dengan ramah dan mengingatkan para pelintas untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara. "Hati-hati di jalan, tidak usah terlalu tergesa-gesa, apapun keselamatan nomor satu," katanya.

Selain itu, Agustina berpesan kepada petugas di posko agar menjaga kesehatan dan meluangkan waktu untuk keluarga di tengah tugas mereka selama Lebaran. "Jaga kesehatan, kesabaran, istirahat yang cukup dan jangan lupa kalau waktunya pas tidak jadwal, tengoklah rumah karena keluarga juga membutuhkan perhatian," pungkasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga: 1,1 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Selama Operasi Ketupat 2026
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Terkuak! Pangkat-Asal Matra Terduga Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kans Kampiun Persija Jakarta Hanya 5 Persen, Persib Bandung di Ambang Juara
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Pertamina Gandeng Pemda Riau untuk Kemudahan Masyarakat Peroleh BBM
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Dubes Iran Apresiasi Solidaritas Masyarakat Indonesia, Sebut AS-Israel Langgar Etika Internasional
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.