Lebaran Mendekat, Minyakita Langka di Pati dan Harga Melonjak di Atas HET

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pati, tvOnenews.com - Menjelang Hari Raya Idul fitri, ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terpantau langka di pasaran.

Selain sulit diperoleh, harga jualnya pun melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita sejak awal Ramadan. Kalaupun tersedia, stok di tingkat pedagang cepat habis diserbu pembeli.

"Minyakita saat ini sulit, harga dari agen biasanya Rp 215 ribu sampai Rp 216 ribu, sekarang Rp 220 ribu per karton. Sudah 2 minggu ini sulit dan harganya naik," ujar salah satu pengecer minyakita, Parmi, Rabu (18/3/2026). 

"Di pengecer sulit dapatnya. Harganya ya dinaikkan karena kulakannya naik. Saya jual Rp 20 ribu/liter yang minyak curah, untuk kemasan refil satu liter Rp 19 ribu,"  lanjutnya. 

Keluhan serupa disampaikan Karsu, pembeli minyakita. Ia menyebut kelangkaan mulai dirasakan sejak pekan kedua Ramadan dan hingga kini belum ada tanda-tanda pasokan kembali normal.

"Mulai pertengahan puasa sampai jelang lebaran ini minyak goreng sulit didapatkan, apalagi minyakita. Di pasaran di toko toko sulit di dapatkan," ungkap Karsu.

Akibat kondisi tersebut, harga Minyakita di pasaran kini melampaui HET sebesar Rp 15.700 per liter. 

"Sekarang saya jual Rp 22.500 - Rp 23.000 ukuran 1 liter minyak goreng refil. Kalau yang kemasan botolan Rp 23.000 - Rp 24.000," terang dia. 

Di sisi lain, distributor juga mengakui pasokan Minyakita masih jauh dari kebutuhan pasar. Keterbatasan distribusi dari pabrik maupun Bulog disebut menjadi salah satu penyebab utama.

"Saat ini stok banyak kosong, permintaan banyak tapi barangnya nggak ada. Kita ini mendapatkan barang langsung ke bulognya juga sulit, kadang ada kadang nggak," kata salah seorang agen minyakita di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Rudi Sulistyantono. 

"Kadang seminggu sekali baru ada barangnya. Ini untuk mencukupi pembeli warga sekitar. Untuk pelanggan yang luar daerah sini ya pada balik," ungkapnya. 

Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasokan bahan pokok di daerah serta menekan daya beli masyarakat.

"Harga disini masih standar antara Rp 15 ribuan sampai Rp 16 ribuan per liter untuk retailnya, tapi untuk eceran ini barangnya susah didapatkan," pungkas dia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari 4 Orang!
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ali Larijani: Loyalitas Rezim dan Kecurigaan Barat
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Patuhi Kebijakan Dedi Mulyadi, Kusir Delman Ini Malah Senang Dilarang Beroperasi Saat Lebaran, Ini Alasannya
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Jelang Hari Raya
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Posko Pengaduan THR Sumsel 2026 Terima 20 Laporan Jelang Lebaran
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.