JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengimbau warga Jakarta dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran, seiring meningkatnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, usai memadamkan kebakaran tumpukan pipa dan kabel di wilayah Kramat Jati.
Wahid menjelaskan, panas merupakan salah satu unsur pembentuk api. Karena itu, suhu udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Baca juga: Cerita Peserta Talent Scouting UI Dinyatakan Lulus lalu Batal: Sudah Sempat Doa Bersama
"Maka dari itu, saya mengimbau masyarakat, khususnya di Jakarta Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya kebakaran, apalagi belakangan diberitakan suhu udara cukup tinggi," ujar Wahid di Kramat Jati, Rabu (18/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik, terutama saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.
"Apalagi sekarang ini banyak yang pulang kampung, kita tahu kosong, sehingga jangan lupa bahwa penggunaan arus listrik harus bijak," tuturnya.
Selain itu, Wahid meminta masyarakat tidak meletakkan benda-benda yang mudah terbakar di luar ruangan dan terpapar sinar matahari langsung.
"Ya, barang-barang yang mudah memicu kebakaran adalah pertama adalah barang-barang cair, misalkan di situ ada sisa-sisa bensin, pertamax, solar, dan benda padat mudah terbakar yang sudah mengering gitu ya," ungkapnya.
Untuk diketahui, BMKG merilis daftar kota dengan suhu terpanas mencapai 35 derajat Celsius pada pertengahan Maret 2026.
Data tersebut didasarkan oleh catatan suhu maksimum harian di kota-kota di Indonesia pada 14-15 Maret 2026. Hasilnya, kota terpanas di Indonesia adalah Jakarta dengan suhu mencapai 35,6 derajat Celsius.
Baca juga: Pemerintah Apresiasi Polri Identifikasi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Lalu, disusul oleh Ciputat, Banten dengan suhu mencapai 35,4 derajat Celsius. Sementara kota terpanas nomor tiga di Indonesia adalah Tangerang, Banten. Suhu di kota itu mencapai 35,4 derajat Celsius
Dilansir dari akun Instagram resmi @infobmkg, Minggu (15/3/2026), berikut ini 20 kota paling panas di Indonesia menurut BMKG:
- Halim Perdana Kusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta: 35.6 derajat Celsius
- Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 35.5 derajat Celsius
- Stasiun Klimatologi (Staklim) Banten, Tangerang, Banten: 35.4 derajat Celsius
- Stasiun Meteorologi (Stamet) Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah: 35.2 derajat Celsius
- Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat: 35.2 derajat Celsius
- Stamet Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah: 35.2 derajat Celsius
- Stamet Nangapinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 34.8 derajat Celsius
- Stamet H. Asan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah: 34.6 derajat Celsius
- Stamet Tanah Merah, Boven Digoel, Papua: 34,6 derajat Celsius
- Stasiun Geofisika (Stageof) Deli Serdang, Deli Serdang, Sumatera Utara: 34.5 derajat Celsius
- Stamet Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat: 34.5 derajat Celsius
- Stamet Maritim Serang, Serang, Banten: 34.4 derajat Celsius
- Stamet Tebelian, Sintang, Kalimantan Barat: 34.4 derajat Celsius
- Haluoleo TNI AU, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara: 34.2 derajat Celsius
- Stamet Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur: 34.1 derajat Celsius
- Stamet Budiarto, Curug, Banten: 34.1 derajat Celsius
- Stamet Andi Jemma, Luwu Utara, Sulawesi Selatan: 34.1 derajat Celsius
- Stamet Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur: 34.0 derajat Celsius
- Stamet Maritim Panjang, Bandar Lampung, Lampung: 34.0 derajat Celsius
- Stamet Beringin, Barito Utara, Kalimantan Tengah: 33.9 derajat Celsius.





