Menjelang wafatnya pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, Nabi Muhammad SAW didatangi oleh Malaikat Jibril dan malaikat pencabut nyawa. Nabi menyatakan kesiapannya untuk menghadap Sang Pencipta setelah menyelesaikan seluruh tugas kenabiannya di dunia dengan paripurna.
Sebelum rohnya dicabut, Rasulullah meminta kabar gembira dan menerima beberapa jaminan istimewa dari Allah SWT melalui perantara Malaikat Jibril. Kabar tersebut meliputi sambutan antrean para malaikat, jaminan ampunan, hingga kepastian bahwa beliau akan menjadi nabi pertama yang memasuki surga.
Meski telah dijamin dengan berbagai kemuliaan yang luar biasa, kecemasan terbesar Rasulullah di detik-detik terakhirnya justru tertuju pada nasib umatnya kelak. Allah kemudian memberikan jaminan bahwa umat Muhammad akan senantiasa selamat di dunia dan akhirat selama mereka berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunah.
Ustaz Das'ad Latif mengingatkan bahwa kisah sejarah ini menjadi bukti nyata betapa besarnya cinta Rasulullah kepada umatnya. Sebagai bentuk balasan cinta, umat Islam sangat dianjurkan untuk menjadikan selawat sebagai kunci setiap doa, terlebih pada hari-hari mulia di bulan suci Ramadan.




