Gaspol Hari Ini: Andrie Yunus Disiram Air Keras, Siapa Beri Perintah?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Andrie Yunus memancing pertanyaan besar, siapa aktor intelektual di balik teror ini, dan kepentingan apa yang sedang bermain?

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mengungkapkan bahwa teror kepada Andrie tidak hanya terjadi dalam semalam saja.

Rupanya Andrie sudah menerima teror dan penguntitan sejak aktif menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang TNI (saat ini sudah ditetapkan menjadi UU Nomor 3 Tahun 2025) bergulir di DPR RI.

“Andrie juga kalau tidak salah tiga empat hari sebelumnya pulang kampung, pulang ke rumahnya di Jawa Barat sekadar pulang dan sempat menceritakan kepada keluarganya bahwa ia merasa dibuntuti,” kata Usman dalam Podcast Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Puspom TNI Selidiki Dalang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Usman menilai aktivitas Andrie yang kerap bersinggungan dengan isu reformasi militer berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan tertentu, khususnya di lingkaran elite kekuasaan.

“Dan jelas bahwa Andrie banyak bersinggungan kerjaannya dengan reformasi militer yang mungkin bagi sebagian elite yang berkuasa tidak menyenangkan,” katanya.

Di sisi lain, ia juga tidak menampik bahwa karakter serangan ini menunjukkan adanya motif yang lebih besar dari sekadar kekerasan biasa.

Menurutnya, penyiraman air keras bukan hanya serangan fisik, tetapi juga bentuk teror psikologis yang dirancang untuk membungkam dan menebar ketakutan.

“Sulit untuk tidak mengatakan bahwa kasus Andrie ini kental dengan kepentingan politik ya, sata kira ini memang disadari efeknya mematikan, dan justru efek mematikan itu memang diinginkan oleh si pelaku untuk menebar teror sekaligus untuk memperlihatkan kengerian,” katanya.

Baca juga: Komisi III Dorong TNI-Polri Bersinergi Usut Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian telah mengumumkan adanya keterlibatan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam peristiwa penyiraman tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mabes TNI pun telah menahan 4 anggota BAIS tersebut. Keempat prajurit itu adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Lalu seperti apa perbincangan lengkap dengan Usman mengenai kondisi terkini Andrie yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit? Simak selengkapnya dalam Podcast Gaspol bersama Usman Hamid yang tayang premiere malam ini, Rabu (18/3/2026) hanya di YouTube Kompas.com.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Denpasar Hari Ini, 28 Ramadan 1447 H
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
PLBN Jagoi Babang Luncurkan Posko Terpadu Lebaran 2026, Perkuat Pengamanan & Pelayanan Pelintas Batas
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Alvaro Arbeloa Beri Update Kondisi Thibaut Courtois usai Alami Cedera di Laga Real Madrid Kontra Manchester City
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Fitur Baru WhatsApp, Pengguna Bisa Chat ke Orang Tak Punya WA
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iran Mengonfirmasi Kematian Sekjen Dewan Keamanan Nasional, Ali Larijani
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.