JAKARTA, DISWAY.ID-- Dua orang Kepala SPPG dari Ponorogo, mengejar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang, hingga ke Blitar, Jawa Timur, akhir pekan lalu.
Saat itu, Nanik sedang menggelar sosialisasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blitar.
BACA JUGA:4 Oknum TNI Terduga Penyiram Air Keras Aktivis Andrie Yunus Ditahan, Berasal dari BAIS TNI Matra AL dan AU
BACA JUGA:Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat
“Dua Kepala SPPG dari Ponorogo ini jauh-jauh datang ke Blitar untuk menemui saya karena minta perlindungan,” kata Nanik.
Kepada Wakil Kepala BGN, Rizal Zulfikar Fikri Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto, dan Moch. Syafi'i Misbachul Mufid dari SPPG Ponorogo Jambon Krebet mengadukan semua yang mereka alami saat mengelola dua SPPG di bawah Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.
Ternyata, selama berbulan-bulan mereka bersama Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan selalu ditekan dan diintimidasi sebuah Yayasan yang mengaku dimiliki seorang cucu Menteri.
Yayasan yang membawahi kedua SPPG itu disinyalir juga telah merekayasa pembelian bahan pangan.
BACA JUGA:Dituding Wanprestasi, PT Rafa Karya Indonesia: Tidak Ada Kerugian Negara
BACA JUGA:TNI Dalami Dalang di Balik Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Dari budget Rp 10 ribu per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp 6.500 per porsi.
Akibatnya kedua Kepala SPPG itu kerap harus nombok, alias menutup kekurangan belanja dari kantong pribadi, agar menu terlihat pantas.
“Mau nggak mau, Pak, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” kata Mufid sambil terisak.
Perbuatan pemilik Yayasan yang menaungi SPPG itu, kata Nanik, sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas.
Selama ini kedua Kepala SPPG itu terus ditekan dan ditakut-takuti, bahwa akan didatangkan polisi atau pengacara, jika tidak mengikuti kemauan Yayasan.
- 1
- 2
- 3
- »





