Bahaya Tidur di Mobil Saat Mudik 2026, Waspadai Risiko Keracunan dan Microsleep Saat Berkendara

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Mudik Lebaran kerap membuat pemudik harus beristirahat di dalam mobil saat perjalanan jauh atau ketika terjebak kemacetan. Banyak pengemudi memilih menyalakan AC dan tidur sejenak di dalam kabin agar tubuh kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan.

Namun kebiasaan tidur di mobil dengan AC menyala ternyata tidak sepenuhnya aman. Jika dilakukan tanpa memperhatikan kondisi kendaraan dan sirkulasi udara, hal ini dapat memicu risiko kesehatan hingga keselamatan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, penggunaan AC mobil dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan. Terutama jika kendaraan jarang mendapatkan perawatan secara rutin.

Menurutnya, AC mobil mengandung senyawa Clore Flore Carbon (CFC) yang dalam jangka panjang dapat memicu keracunan ringan. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan gejala pusing dan mual saat berada di dalam kabin kendaraan.

Selain itu, risiko yang lebih serius dapat muncul akibat gas karbon monoksida atau CO yang masuk ke dalam kabin. Hal ini berpotensi terjadi ketika mobil berhenti lama dengan mesin tetap menyala.

“Untuk menjaga keselamatan, usahakan tidak tidur di kabin mobil atau boleh asal mesin dalam kondisi mati,” ujar Sony. dikutip dari Kompas.com, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, bahaya keracunan gas lebih berisiko terjadi pada mobil yang sudah berumur atau memiliki sistem pembuangan yang kurang optimal. Karena itu, pengemudi disarankan lebih berhati-hati saat beristirahat di dalam kendaraan.

Jika kondisi cuaca terasa panas dan kabin mobil menjadi pengap, penggunaan AC sebenarnya masih diperbolehkan. Namun pengemudi harus memastikan adanya sirkulasi udara yang cukup selama beristirahat.

Salah satu caranya dengan membuka sedikit kaca mobil agar udara segar tetap masuk. Selain itu, kondisi kabin juga perlu diperiksa secara berkala selama kendaraan berhenti.

“Lebih bagus lagi jika ada yang jaga di luar kabin dan bergantian setiap satu jam,” kata Sony.

Selain risiko keracunan gas, pengemudi juga perlu mewaspadai bahaya microsleep saat berkendara jarak jauh. Kondisi ini merupakan tidur singkat yang terjadi tanpa disadari akibat kelelahan ekstrem.

 

Dalam dunia kesehatan tidur yang dipublikasikan oleh Journal of Sleep Research, microsleep disebut sebagai salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini dapat terjadi hanya dalam hitungan detik namun cukup untuk membuat pengemudi kehilangan fokus di jalan.

Microsleep biasanya dipicu oleh kurang tidur sebelum perjalanan atau mengemudi terlalu lama tanpa istirahat. Perjalanan pada malam hari atau jam biologis tubuh yang lelah juga meningkatkan risiko kondisi tersebut.

Untuk mencegahnya, pengemudi disarankan tidur cukup sekitar tujuh hingga sembilan jam sebelum melakukan perjalanan jauh. Istirahat setiap dua jam juga penting agar tubuh tetap segar selama berkendara.

Jika mulai merasa mengantuk, pengemudi dapat melakukan power nap selama 10 hingga 20 menit di tempat yang aman. Cara ini dinilai efektif untuk mengembalikan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.

Dengan memahami risiko tidur di mobil serta bahaya microsleep, pemudik diharapkan lebih berhati-hati selama perjalanan. Persiapan yang baik dan istirahat cukup menjadi kunci agar perjalanan mudik tetap aman hingga sampai ke tujuan. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Perhubungan: Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi 18 Maret
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Imsak Balikpapan Hari Ini 18 Maret 2026, Lengkap Bacaan Niat Puasa
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Kritik NATO karena Tak Bantu Membuka Kembali Selat Hormuz
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapuspen: TNI Usut Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Astronom di Arab Ungkap Prediksi Waktu Idulfitri-1 Syawal 1447 Hijriah
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.