JELAJAH LEBARAN 2026: Penumpang Angkutan Laut di Tanjung Emas Dimanjakan Beragam Fasilitas

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Gelombang arus mudik Lebaran 1447 H di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, disambut dengan wajah baru layanan transportasi laut yang lebih modern dan inklusif.
 
Transformasi digital serta peningkatan kapasitas armada menjadi kunci utama dalam memastikan pengalaman pulang kampung yang aman dan berkesan bagi ribuan masyarakat.
 
Kegembiraan menyambut hari raya terpancar jelas dari para penumpang yang mulai memadati dermaga sejak pekan kedua Maret 2026.
 
Ishak, seorang pemudik asal Sampit, Kalimantan Tengah, mengungkapkan kepuasannya saat menepi di Semarang menggunakan armada KM Leuser pada Senin (16/3/2026) malam.
 
"Kami naik dari Sampit, bersama kawan-kawan rombongan tempat kerja 90 orang. Ini baru sekali naik KM Leuser, biasanya kapal lain. Dari fasilitas sama saja, tapi karena musim mudik jadi lebih ramai. Semoga setiap tahun moda transportasinya makin lancar," tutur Ishak saat ditemui Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia di area debarkasi.
 
Antusiasme penumpang seperti Ishak direspons positif oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melalui penguatan infrastruktur layanan.
 
Kepala Cabang PELNI Semarang, Yuniati Fatimah, menegaskan bahwa pada periode mudik tahun ini, pihaknya melakukan lompatan signifikan dalam hal penyediaan armada dan kualitas pelayanan di atas kapal.
 
"Evaluasi kami lakukan secara berkala. Kalau kemarin-kemarin penumpang berlayar tidak ada sinyal, sekarang sudah ada Sea Wifi sehingga penumpang bisa terus terhubung di mana pun mereka berada. Kami juga memastikan bahwa makanan, fasilitas, dan hal-hal lain yang mendukung operasional pelayanan sudah terpenuhi dengan baik," ujar Yuniati.
 
Untuk menjamin ketersediaan kursi bagi masyarakat, Pelni menambah operasional armada di Semarang dari dua kapal menjadi lima kapal selama masa angkutan Lebaran.


 
Kebijakan ini didukung oleh dispensasi kapasitas dari Kementerian Perhubungan sebesar 30%—40% dari batas normal, yang memungkinkan satu kapal mengangkut hingga 1.400 penumpang demi mengakomodasi lonjakan pemudik dari Kalimantan.
 
Guna semakin menggairahkan minat masyarakat menggunakan kapal laut, pemerintah juga meluncurkan stimulus berupa diskon tiket sebesar 30%. Program kolaborasi Pelni dan Kemenhub ini menyediakan kuota hingga 450.000 tiket secara nasional.
 
Yuniati menambahkan bahwa kemudahan akses tiket kini diperluas melalui integrasi aplikasi perbankan dan dompet digital, sehingga masyarakat lebih mudah merencanakan perjalanan mereka.
 
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas mencatat hingga H-8 Idulfitri, pergerakan penumpang baru mencapai angka 6.288 penumpang. Namun demikian, otoritas tetap optimis angka ini akan meningkat tajam saat memasuki puncak arus mudik pada 18-19 Maret 2026.
 
Fokus rute strategis seperti Kumai—Semarang tetap menjadi urat nadi utama dengan kontribusi ribuan penumpang.
 
Kesiapan Pelabuhan Tanjung Emas dalam menyambut pemudik juga terlihat dari kelancaran arus kendaraan, di mana mobilitas kendaraan roda empat yang masuk menunjukkan tren positif.
 
"Sesuai tagline mudik aman mudik nyaman, kami berharap semua penumpang Pelni bisa nyaman dan selamat sampai tujuan. Tidak ada kendala apa pun. Kami juga berharap penumpang bisa lebih bijak untuk mencari tiket melalui platform resmi agar perjalanan semakin terencana," pungkas Yuniati. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemeriahan Kololi Gam, Tradisi Pawai Obor Sambut Lailatul Qadar di Ternate
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Paylater Vs Pinjaman Daring: Mana Lebih Hemat untuk Belanja Lebaran?
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Narasi Puitis dalam Perang AS-Israel vs Iran
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pelepasan Mudik Gratis Telkom Group 2026, Lebih dari 1.900 Pemudik Diberangkatkan | SAPA PAGI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpinan Komisi I soal 4 Bais TNI Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Tindak Tegas
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.