KEPALA Divisi Pemantauan Impunitas Kontras, Jane Rosalina, menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus. Setelah sempat kritis, Andrie kini dilaporkan mulai membaik dan tengah menjalani perawatan intensif di unit High Care Unit (HCU) RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Berdasarkan diagnosa awal di IGD, Andrie sempat dinyatakan mengalami luka bakar hingga 24%. Namun, setelah observasi mendalam oleh dokter penanggung jawab, angka tersebut dikoreksi menjadi 20% pada area tubuh, ditambah trauma kimia derajat 3 pada mata kanan.
"Kami beruntung kondisi Andrie sudah membaik dan sudah ditangani dengan sangat baik oleh pihak dokter maupun pihak rumah sakit yang bertugas," ujar Jane dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3).
Baca juga : Kasus Kekerasan Andrie Yunus Diduga Libatkan Bais TNI, Wakil Ketua Komisi I: Ancaman Serius Demokrasi
Jane menjelaskan bahwa serangan tersebut sempat menyebabkan penurunan penglihatan dan kerusakan kornea yang signifikan. Tim medis telah melakukan tindakan pembersihan jaringan rusak serta transplantasi membran amnion (TMA) untuk melindungi permukaan mata Andrie.
Selain penanganan mata, pada Selasa (17/3), Andrie telah menjalani prosedur pengangkatan jaringan kulit mati dan tanam kulit pada bagian wajah. Namun, pemulihan belum sepenuhnya tuntas.
"Pada bagian area leher, dada, dan lengan kanan masih terdapat luka yang cukup dalam sehingga belum bisa dilakukan tanam kulit. Tindakan operasi kemungkinan perlu dilakukan lebih dari satu kali," tambah Jane.
Baca juga : TNI Pastikan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Transparan
Demi keamanan dan hak privasi pasien, pihak Kontras bersama keluarga menegaskan larangan kunjungan dari pihak mana pun agar Andrie dapat fokus pada proses pemulihan yang komprehensif.
Puspom TNI Tahan 4 Personel BAISDi sisi lain, perkembangan mengejutkan muncul dari sisi hukum. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI resmi menahan empat personel TNI yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut.
Keempat tersangka yang kini mendekam di Puspom TNI merupakan anggota yang berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI. Mereka berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.
"Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka ini sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," tegas Komandan Puspom TNI, Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto.
Hingga saat ini, pihak Puspom TNI masih mendalami motif di balik serangan terhadap aktivis HAM tersebut, mengingat pemeriksaan intensif masih berlangsung.
(Ant/P-4)





