JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono mengungkapkan, sebanyak 34 persen pemudik sudah meninggalkan Jakarta per Rabu (18/3/2026).
Jumlah ini meningkat sekitar 30 persen dari Selasa (17/3/2026) sore.
"Perkembangan sudah mencapai 34 persen masyarakat yang sudah keluar," kata Rivan dalam konferensi pers update kesiapan infrastruktur menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Polri Catat 173 Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran, 29 Orang Meninggal Dunia
Ia menyebut, kondisi tersebut membuat pihaknya bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korlantas Polri mulai memberlakukan one way.
Kebijakan one way, kata Rivan, dimulai setelah dari KM 70 hingga KM 263.
"Ini adalah bagian dari rekayasa lalu lintas setelah melihat kepadatan cukup bertahan lama dengan kecepatan rata-rata 30 sampai 40 (kilometer per jam), sehingga kami merasakan membuat contraflow diawali dengan contraflow satu lajur di kilometer 44, contraflow dua lajur di kilometer 55 dan dilanjutkan one way sepenggal sampai 263," ucap Rivan.
Baca juga: 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar dari Jakarta Selama Mudik Lebaran
Lebih lanjut ia menyebut, ketika volume Lalu Lintas Harian (LHR) kendaraan mencapai 221.000 semalam, one way diteruskan hingga Kalikangkung. Angka tersebut diketahui sudah menjadi yang tertinggi sejak tanggal 13 Maret 2026.
Adapun hari ini, volume Lalu Lintas Harian (LHR) diperkirakan mencapai 256.000 kendaraan.
"Dan Alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari jam 4, sudah sampai jam 00.00 sampai Kalikangkung, Pak. Jadi sudah signifikan sangat cepat," jelas Rivan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang