Trump Tunda Kunjungan ke Tiongkok, Fokus Tangani Perang Iran

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pernyataan resminya di Gedung Putih mengumumkan penundaan rencana kunjungannya ke Tiongkok hingga satu bulan ke depan.

Penundaan ini dilakukan seiring fokus Washington pada operasi militer terhadap Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Trump menyebutkan bahwa kunjungan yang semula dijadwalkan pada akhir Maret itu kemungkinan baru akan terlaksana dalam lima atau enam minggu mendatang.

"Kami memiliki hubungan kerja yang sangat baik dengan Tiongkok, jadi kami akan melakukannya (kunjungan) dalam waktu dekat," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu, 18 Maret 2026.

Trump berupaya meminimalisasi spekulasi negatif terkait penundaan tersebut dengan menegaskan kedekatan hubungannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ia mengatakan bahwa pihak Beijing tidak keberatan dengan perubahan jadwal tersebut.

Trump yang sebelumnya kerap melontarkan retorika keras terhadap Tiongkok kini justru memuji hubungan ekonomi kedua negara. "Tiongkok telah menjadi mitra ekonomi yang sangat baik bagi kita," tambahnya.

Washington menilai hubungan yang lebih baik dengan Tiongkok dapat memberikan keuntungan ekonomi strategis bagi Amerika Serikat. Sebelumnya, Trump sempat mengisyaratkan bahwa kepastian kunjungannya (yang semula dijadwalkan 31 Maret hingga 2 April) bergantung pada kesediaan Tiongkok membantu AS membuka kembali Selat Hormuz.

Jalur perdagangan minyak vital tersebut saat ini ditutup secara efektif oleh Iran sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel. Namun, pernyataan tersebut segera mendapatkan respons dari pihak Beijing. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menegaskan bahwa rencana kunjungan kenegaraan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan isu navigasi di Selat Hormuz. Beijing mencatat bahwa Amerika Serikat telah memberikan klarifikasi publik mengenai laporan-laporan yang dianggap tidak akurat terkait kaitan diplomasi kedua negara dengan konflik Timur Tengah.

Penundaan ini mencerminkan besarnya tekanan geopolitik yang dihadapi pemerintahan Trump saat ini. Meskipun ia sempat mengkritik intervensi militer AS di Timur Tengah sebelum menjabat kembali, kini kebijakan luar negerinya sepenuhnya terserap oleh eskalasi perang di Iran yang telah memicu gangguan pada pasar energi dan aviasi global.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Mudik 2026, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Merak Capai 12.680 Orang
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Pestapora 2026 Umumkan Line-Up Fase Pertama, Ada God Bless hingga Aldi Taher
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Klaim Kembali Bunuh Pejabat Tinggi Iran, Kali Ini Menteri Intelijen Esmail Khatib
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Rekening Auto Ludes Seketika, Jangan Sembarangan Scan QR
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bantai Chelsea di Stamford Bridge, PSG Melenggang ke Perempat Final Liga Champions dengan Agregat 8-2!
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.