IDAI Ingatkan Pentingnya Ulang Imunisasi Campak Sesuai Jadwal

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menegaskan bahwa imunisasi campak tetap menjadi perlindungan utama bagi anak. Meskipun masih ada kasus anak yang sudah divaksin, namun tetap terinfeksi. Menurutnya, kondisi tersebut umumnya terjadi jika vaksin tidak diberikan secara lengkap atau tidak diulang sesuai jadwal.

Ia menjelaskan, data dari Madura menunjukkan bahwa dari 11 anak yang meninggal akibat campak, 10 di antaranya belum pernah menerima vaksin sama sekali. Fakta ini menegaskan betapa pentingnya imunisasi dalam mencegah dampak berat dari penyakit tersebut.

Pada anak yang sudah mendapatkan vaksin, infeksi campak biasanya tidak berlangsung parah. Gejala yang muncul cenderung lebih ringan dan anak dapat pulih lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak memiliki perlindungan imunisasi.

“Kena biasanya tidak berat. Campaknya itu nggak full blown istilah kita ya. Nggak sampai heboh banget, ada sedikit-sedikit, tapi kemudian dia bisa sembuh cepat,” ujar dr. Piprim di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta Timur, Kamis (12/3).

Jadwal Vaksin Campak dan Pengulangan

Terkait jadwal vaksinasi, imunisasi campak pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan. Selanjutnya, program pemerintah memberikan imunisasi lanjutan MR pada usia sekitar 2 tahun dan pengulangan pada usia 5 tahun.

Sementara itu, rekomendasi IDAI menyarankan pemberian vaksin MMR pada usia 15 bulan dan diulang kembali pada usia 5 tahun. Secara umum, tiga kali imunisasi sudah cukup untuk memberikan perlindungan optimal.

Selain itu, vaksin juga bisa diberikan kembali saat dewasa, terutama menjelang pernikahan atau kehamilan, untuk memperkuat kekebalan tubuh.

“Jadi ini bisa diulang-ulang untuk menyegarkan memori dari sel-sel imun kita terhadap penyakit campak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa campak termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), yaitu penyakit serius yang sangat menular dan bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah penting agar anak mendapatkan kekebalan tanpa harus mengalami sakitnya.

“Tapi kalau penyakit berat begini emang harus ada vaksinnya. Supaya anak-anak kita itu sudah langsung dapet kebalnya, tapi nggak dapet sakitnya,” pungkas dr. Piprim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kedai Steak Nusantara Jadi Pilihan Bukber Ramadan
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Fasilitasi Secara Khusus Kunjungan Tahanan di Hari Raya Idulfitri
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
7 Masjid dengan Arsitektur Paling Unik di Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Aksi Sosial Jelang Idul Fitri 2026, Ormas PTKN Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Madiun
• 7 jam lalurealita.co
thumb
3 Drama Korea Terbaru yang Langsung Raih Rating Tinggi di Episode Perdana
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.