RI-Jepang Perkuat Aliansi Energi, Investasi Rp339 Triliun Proyek Masela Dipercepat

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang kembali diperkuat melalui kesepakatan di sektor energi dan mineral kritis.

Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Bahlil Lahadalia Menteri ESDM dan Ryosei Akazawa Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), di sela forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pemerintah kedua negara menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) yang mencakup kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.

Nurmala Kartini Sjahrir Duta Besar RI untuk Jepang mengatakan, KBRI Tokyo akan berperan aktif dalam menjamin implementasi kerja sama tersebut berjalan optimal.

“Kerja sama ini bukan sekadar angka investasi, melainkan perwujudan kemitraan strategis komprehensif Indonesia–Jepang dalam menjawab tantangan transisi energi global. Kami di KBRI Tokyo siap memastikan setiap butir kesepakatan diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Di sektor mineral kritis, kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat rantai pasok global yang lebih aman dan berkelanjutan.

Indonesia dengan sumber daya mineral strategis melimpah, membuka pintu lebar bagi Jepang untuk terlibat dalam pengelolaan dan pengembangannya.

Bahlil Lahadalia Menteri ESDM menyatakan, Pemerintah Indonesia terbuka terhadap partisipasi Jepang dalam pengelolaan mineral kritis.

“Kami sangat terbuka dan dengan senang hati mengundang pemerintah maupun pengusaha Jepang untuk bersama-sama mengelola mineral kritis di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ryosei Akazawa menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi dinamika global, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.

Selain kerja sama mineral dan nuklir, pertemuan tersebut juga menghasilkan kemajuan signifikan dalam proyek strategis Blok Masela.

Dalam pertemuan dengan CEO Takayuki Ueda, disepakati percepatan investasi senilai 20 miliar Dollar AS atau sekitar Rp339 triliun untuk pengembangan Lapangan Abadi.

Proyek itu dipandang sebagai salah satu penggerak utama ekonomi di Indonesia timur sekaligus sumber pasokan gas penting bagi kebutuhan industri nasional ke depan.

Menurut Dubes Kartini, proyek Masela merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Kesepakatan ini menjadi milestone penting. Kami akan terus memfasilitasi agar tahap Front-End Engineering and Design (FEED) dapat berjalan tepat waktu pada kuartal III 2026,” ujarnya.

Saat ini, progres pembangunan proyek telah mencapai sekitar 25 persen. Pemerintah Indonesia menargetkan percepatan tahap FEED dapat dimulai pada kuartal II atau paling lambat kuartal III 2026. Sehingga, proses tender Engineering Procurement Construction (EPC) bisa berjalan paralel.

Bahlil juga mengingatkan pihak Inpex untuk menjaga konsistensi terhadap target yang telah disepakati.

“Kami minta komitmen agar setiap milestone bisa dipenuhi sesuai jadwal. Sehingga, target produksi 2029–2030 dapat tercapai,” tegasnya.(faz/ipg/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OMC untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Lebaran Digelar, Sasar Wilayah Rawan
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BGN Libatkan Jaksa Cegah Penyimpangan MBG Hingga Tingkat Desa
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
UT Group Berangkatkan 1.545 Peserta Mudik Lebaran
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran Tumpukan Pipa dan Kabel di Kramat Jati Padam, Penyebab Diselidiki
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pejabat Tinggi AS Mundur, Sebut Konflik Iran Dipicu Tekanan Israel
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.