Apresiasi Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026, Pemerintah Dorong Perjalanan Aman dan Sehat

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Pemerintah memberikan apresiasi program ‘Mudik Gratis Polri Presisi 2026’ sebagai upaya nyata dalam mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat selama musim mudik. Di mana, kegiatan tersebut merupakan inisiatif yang dinilai mampu menjadi solusi bagi pemudik, khususnya dalam menekan penggunaan kendaraan roda dua yang berisiko tinggi di perjalanan jarak jauh.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kami memberikan apresiasi atas program yang dilakukan oleh Polri pada hari ini Rabu, 18 Maret 2026 untuk melakukan mudik gratis. Ini akan sangat membantu kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan roda dua untuk melakukan perjalanan pulang,” kata dia di Mapolda Metro pada Rabu, 18 Maret 2026.

“(Mudik gratis Polri Presisi 2026) Sebuah program yang baik, mudah-mudahan ini akan mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan di dalam perjalanan masyarakat yang akan pulang,” terusnya. 

Ia menegaskan bahwa penggunaan moda transportasi seperti bus dalam program ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik. 

Dengan perencanaan yang matang, diharapkan pemudik dapat tiba di kampung halaman dan kembali ke tempat tinggal masing-masing dalam kondisi aman dan nyaman.

“Penggunaan bis ini mendorong masyarakat untuk bisa merencanakan perjalanannya secara baik sehingga harapannya bahwa mereka akan sampai di kampung halamannya dan kemudian juga akan kembali lagi ke rumah masing-masing dengan aman, nyaman dan tentu juga dengan selamat,” kata dia.“Beberapa kegiatan seperti di penyeberangan itu juga sampai sejauh ini bisa kami sampaikan Pak Kapolri berjalan sesuai dengan harapan kita dan berjalan dengan penuh kenyamanan dan juga lancar,” lanjutnya. 

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan mudik dengan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Saya ingin mengimbau kepada para pemudik dalam melaksanakan pemudikannya untuk merencanakan perjalanan secara baik, kemudian juga mematuhi arahan serta petunjuk dari petugas-petugas yang berada di lapangan sehingga perjalanan bisa menjadi lebih lancar lagi. Mudah-mudahan perjalanan mudik dan balik akan berjalan sesuai dengan harapan kita, berjalan dengan aman, nyaman dan juga selamat,” ucapnya. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menyoroti pentingnya aspek kesehatan dalam perjalanan mudik. 

Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah Polri yang turut melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pemudik sebelum keberangkatan.

“Terima kasih Pak Kapolri sudah memfasilitasi agar masyarakat kita bisa mudik dan juga bisa sehat pada saat mudik karena tadi saya lihat diperiksa kesehatannya, umumnya sehat-sehat semua,” kata dia.

Menurutnya, faktor terbesar yang memengaruhi kesehatan pemudik adalah kecelakaan lalu lintas. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, angka kecelakaan menunjukkan tren penurunan seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana transportasi.

“Nah, masalah kesehatan yang paling besar adalah kecelakaan ya. Itu yang paling banyak membuat masyarakat kita itu kembalinya tidak sehat atau pada saat sampai ke tempat mudik itu tidak sehat. Dan alhamdulillah, terima kasih ke Pak Menhub yang sudah memperbaiki secara signifikan sarana dan prasarananya, jalannya, bisnya, kapal lautnya, prosedurnya seperti apa, sehingga jumlah kecelakaan tiga tahun terakhir menurun secara drastis,” ungkapnya. 

Ia juga mengapresiasi peran Kepolisian, khususnya Korlantas, dalam menekan angka kecelakaan pada tahun ini.

“Saya juga terima kasih pada Pak Kapolri dan seluruh jajarannya terutama dari Korlantas karena tadi saya juga dilaporkan tahun ini belum keluar semua, belum selesai mudiknya angkanya juga turun sangat drastis ya, karena ini adalah masalah kesehatan yang paling besar,” sebutnya 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa titik rawan kecelakaan kini bergeser dari jalan tol ke jalur arteri, terutama yang digunakan oleh pengendara sepeda motor. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

“Kecelakaan itu terjadinya dulu di jalan tol, tapi Alhamdulillah sekarang dengan bantuan Pak Kapolri, Pak Menhub, semua supirnya sudah dicek kesehatannya. Kalau ada darah tinggi, gula, atau ada yang memakai napza, itu kita saring dulu ya,” sebutnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Insanul Fahmi Soroti Sikap Wardatina Mawa yang Dinilai Masih Batasi Kliennya untuk Bertemu Anak, Singgung Aturan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
PTPN Group Kerahkan 70 Bus Antar 2.795 Pemudik
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video: Tanpa Subsidi dan Persaingan Ketat,Ini Jurus Bisnis Motor Listrik
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Inggris, Belanda, dan Finlandia Jajaki Mekanisme Pengadaan Pertahanan Bersama NATO
• 30 menit lalupantau.com
thumb
JK Bertemu Dubes Iran: PMI Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Iran
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.