Dari Laba Berbalik Rugi, Bank Raya (AGRO) Catat Minus Rp 498 Miliar di 2025

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Bank digital PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 498,61 miliar sepanjang 2025. Padahal pada periode yang sama 2024, AGRO masih mencatatkan laba sebesar Rp 50,89 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan bunga neto atau net interest income (NIM) sebesar Rp 696,34 miliar. Secara rinci, pendapatan bunga sebesar Rp 1,19 triliun, namun beban bunga sebesar Rp 493,91 miliar sepanjang 2025.

Di samping itu Bank Raya mencatatkan penyaluran kredit digital sebesar Rp 28,75 triliun pada 2025 atau tumbuh 39,8% secara tahunan. Outstanding kredit digital mencapai Rp 3,07 triliun atau naik 33,9% (yoy), sehingga mendorong total kredit menjadi Rp 7,72 triliun atau meningkat 8,3% (yoy).

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mengerek pendapatan bunga Bank Raya sebesar 14,0% (yoy) menjadi Rp 1,19 triliun, dari sebelumnya Rp1,05 triliun pada 2024. Porsi kredit digital kini mencapai 39,8% dari total kredit, naik dari 32,1% pada akhir 2024.

Di sisi pendanaan, Bank Raya membukukan pertumbuhan digital saving sebesar Rp 2,20 triliun atau melonjak 66,7% (yoy). Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan transaksi aplikasi Raya sebesar 16,3% (yoy) menjadi 4,7 juta transaksi. Perseroan juga terus memperkuat dana murah (CASA) melalui ekspansi tabungan digital, dengan rasio CASA naik menjadi 33,62% dari 27,50% pada 2024.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia menyatakan, kinerja tersebut mencerminkan fokus perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas, dan optimisme terhadap prospek bisnis digital ke depan.

“Kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital,” ucapnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (18/3). 

Sejalan dengan itu Bank Raya terus memperluas inovasi produk digital lending melalui Pinang Dana Talangan untuk mendukung produktivitas Agen BRILink, Pinang Flexi sebagai pinjaman multiguna bagi karyawan tetap, serta Pinang Maksima yang difokuskan pada pembiayaan berbasis invoice bagi pelaku usaha.

Hingga akhir 2025, outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% (yoy) menjadi Rp 1,03 triliun, Pinang Dana Talangan tumbuh 52,9% (yoy) menjadi Rp 1,08 triliun, sementara Pinang Maksima melonjak 71,53% (yoy) hingga mencapai Rp 880 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Spesial Lebaran 2026, Aryaduta Makassar Suguhkan Paket Hemat Menginap dan Halal Bihalal
• 6 jam laluterkini.id
thumb
730 ribu tiket kereta pada Angkutan Lebaran 2026 telah terjual
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Warga Jombang Telepon Polisi Bantu Cabut Kunci Motor Tersangkut
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Tidak Lapor SPT? Ini Denda Pajak dan Risiko Pidananya Menurut Aturan
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mojtaba Khamenei Tolak Gencatan Senjata dengan AS, Janji Balas Dendam
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.