JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan pihak kepolisian terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Hal itu, kata ia, dilakukan sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Kemarin Bapak Presiden sudah jelas memberitakan bahwa kita harus mengusut tuntas," ujarnya, Rabu (18/3/2026).
"Tentunya saat ini Polri sedang bekerja."
Baca Juga: Marzuki Darusman: Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Tindakan Terorisme
Ia juga menuturkan, salah satu yang tengah didalami polisi adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP).
Pihak kepolisian juga akan mencari sumber-sumber informasi serta alat bukti lainnya untuk membuat terang kasus tersebut.
"Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan memohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat," ucapnya, sebagaimana dilaporkan jurnalis KompasTV, Claudia Carla.
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (17/3/2026) mengatakan Presiden Prabowo telah memerintahkan Polri untuk mengusut kasus tersebut secara objektif dan terbuka.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Kapolri
- Penyiraman air keras
- Aktivis kontras
- aktivis disiram air keras
- andrie yunus
- listyo sigit prabowo





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478714/original/059102600_1768914932-000_9PK9KD.jpg)