Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Sempat Ganti Baju Sebelum Kabur, Polisi Sebut Dua Hal Kemungkinan Ini

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Salah satu terduga pelaku penyiraman air keras (yang sejauh ini belum diungkap identitasnya) terhadap aktivis KontraS disebut sempat mengganti pakaian usai melancarkan aksinya hingga kabur melarikan diri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menjelaskan pelaku mengganti pakaian saat aksi penyiraman air keras diduga merupakan upaya untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Budi juga menduga kuat pelaku mengganti pakaiannya juga karena terkena cairan berbahaya tersebut. Hanya saja, ia menegaskan penyidik belum menyimpulkan perkara dari kasus ini.

BACA JUGA:LPSK Beri Perlindungan untuk Saksi Teror Air Keras Andrie Yunus

Sebab, kata dia, kronologi hingga motif baru akan terungkap setelah pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini benar-benar berhasil ditangkap.

"Bisa jadi untuk menghilangkan jejak atau juga terkena cairan tersebut. Namun untuk pastinya nanti setelah pelaku tersebut diamankan," katanya kepada awak media, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menambahkan, segala kemungkinan masih didalami melalui penyelidikan kasus yang sedang berjalan. Salah satu faktor utamanya adalah siapa aktor intelektual di balik kejahatan terhadap sang aktivis.

BACA JUGA:Prabowo Minta Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Diusut Cepat dan Objektif

Pelaku Diduga Sudah Incar Andrie Yunus?

Sebelumnya, penyidik mengungkap para pelaku penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, diduga telah mengikuti korban sebelum aksi penyerangan terjadi. Dugaan tersebut diperoleh dari hasil penelusuran sejumlah rekaman kamera pengawas CCTV di beberapa titik di Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menuturkan gerak-gerik para pelaku berhasil dipetakan dari rekaman CCTV yang tersebar dari jalur yang dilalui oleh korban.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diduga para pelaku sudah mengikuti korban sejak sebelum peristiwa penyiraman air keras terjadi," tuturnya.

Dari hasil penelusuran, para pelaku diketahui bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju Jalan Medan Merdeka Timur, tepatnya di depan Stasiun Gambir, yang diduga menjadi titik awal pengintaian terhadap korban.

BACA JUGA:Komnas HAM Tetapkan Aktivis KontraS Andrie Yunus Sebagai Pembela HAM, Negara Wajib Pasang Badan!

Selanjutnya para pelaku melintasi Jalan Ir H Juanda menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka kemudian kembali berputar ke arah Medan Merdeka Timur hingga ke kawasan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sebelum bergerak menuju SPBU Cikini.

Menurutnya, korban sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakapolri Pantau Arus Mudik Lebaran 2026 dari Udara, Jalur Merak–Bakauheni Terpantau Lancar
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Padat! 24 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Begini Situasinya | 17 MARET 2026
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Bodohnya Bodo/Glimt: Keunggulan 3-0 di Leg 1 Sia-sia, Dilumat Sporting Lisbon 0-5!
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
7 Masjid dengan Arsitektur Paling Unik di Indonesia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Bantuan Daging Meugang untuk Sambut Idulfitri Senilai Rp72,75 Miliar Disalurkan
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.