Menjelang Lebaran Idul Fitri, membuat kue merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan. Namun, setiap alat pembuatan kue harus digunakan dengan hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Seorang anak di Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, harus mendapatkan pertolongan petugas Dinas Pemadam Kebakaran. Bukan karena terjebak api, melainkan karena jari tangannya terjepit cetakan kue di rumahnya.
Kepala Dinas Kebakaran Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026.
“Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sukasirna, RT 02 RW 10, Desa Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul,” katanya.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat anak itu tengah bermain menggunakan cetakan kue milik orang tuanya. Merasa aman, korban mencoba memasukkan jari telunjuknya ke dalam cetakan.
“Setelah anak ini berhasil memasukan jari telunjuknya, rupanya jarinya nyangkut dan tidak bisa dilepaskan. Orang tua anak yang panik langsung datang ke Mako Damkar meminta bantuan untuk bisa melepaskan cetakan tersebut karena khawatir,” jelasnya.
Usep mengaku pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.11 WIB dan langsung melakukan penanganan di Markas Komando (Mako) Patriot.
“Proses evakuasi berlangsung cepat, dimulai sekitar pukul 13.13 WIB dan selesai pada pukul 13.23 WIB atau hanya dalam waktu kurang lebih 12 menit,” ungkapnya.
Menurut Eko, dalam penanganan tersebut, tiga personel Damkar diterjunkan untuk membantu proses evakuasi.
“Berkat penanganan cepat dan tepat, jari korban berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan luka serius,” katanya.
Usep menambahkan, pihaknya selalu siaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam kondisi kebakaran maupun penyelamatan nonkebakaran.
“Kami siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Garut, termasuk dalam situasi-situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat,” pungkasnya.





