REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Iran telah mengonfirmasi gugurnya sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah akan membalas keras pembunuhan terhadap Ali Larijani.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz sebelumnya mengatakan terbunuhnya Larijani dalam serangan Israel di Teheran. Kematian Larijani kemudian dikonfirmasi oleh kantornya.
Baca Juga
Gempur Israel, Iran Kali Pertama Gunakan Rudal Qasem
Dipakai Serang Iran, Kapal Induk Terbesar di Dunia Milik AS Kebakaran, 200 Pelaut Cedera
Alasan Direktur Kontraterorisme AS Mundur: Iran tidak Mengancam hingga tak Sesuai Hati Nurani
"Tentu saja, pembalasan keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi mereka, menumpahkan darah para martir dari tanah suci Iran," kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Larijani.
Selain Ali Larijani, komandan pasukan Basij Gholamreza Soleimani juga dikonfirmasi telah terbunuh. Keduanya syahid akibat serangan Israel pada Senin (16/3/2026). Dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media semi-resmi Iran, Mehr News, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengonfirmasi pembunuhan Larijani, setelah Israel hari ini mengklaim bahwa mereka membunuhnya dalam serangan yang ditargetkan.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Setelah berjuang seumur hidup untuk mengangkat martabat Iran dan Revolusi Islam, dia akhirnya mencapai keinginannya yang telah lama diidam-idamkan, menjawab seruan kebenaran, dan dengan bangga mencapai pangkat syahid di bidang pelayanan,” bunyi pernyataan dari dewan yang dilansir oleh Mehr.
Israel sebelumnya mengeklaim telah membunuh Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan komandan milisi internal Basij, Gholamreza Soleimani.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz membuat klaim atas kematian Larijani pada Selasa. “Para pemimpin rezim dibunuh dan kemampuan mereka dihentikan,” tulisnya di media sosial.