Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Boks, Pelaku Terobsesi Hubungan Seks Tidak Wajar

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Setelah sepekan melakukan penyelidikan, Kepolisian Resor Kota Besar Medan, Sumatera Utara, mengungkap motif dan kronologi pembunuhan perempuan yang ditemukan dalam boks plastik. Pelaku terobsesi melakukan hubungan seks tidak wajar, tetapi tidak dituruti korban. Jenazah korban sempat ditinggalkan di kamar hotel selama satu malam, sebelum akhirnya dibuang ke pinggir sungai dalam keadaan panik.

Kepala Polrestabes Medan Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak, Selasa (17/3/2026), di Medan, menjelaskan, korban berinisial RS (19) berkenalan dengan pelaku pembunuhan, Syawal Ariansyah Nasution (19), melalui aplikasi pencarian teman pada Senin (9/3/2026).

Melalui aplikasi tersebut, Ariansyah mengajak RS untuk melakukan hubungan seksual dengan kesepakatan tertentu. Ariansyah lalu menjemput RS di sebuah rumah makan di Jalan Panglima Denai yang berada di depan kos RS. Ariansyah dan RS sempat makan di warung kopi tersebut. RS merupakan warga Labuhanbatu Utara, Sumut, yang merantau ke Medan untuk bekerja.

Mereka lalu pergi ke sebuah penginapan di Gang Seroja, Jalan Menteng VII, Medan. Saat malam tiba, sekitar pukul 20.46, mereka masuk ke di kamar C4 dan melakukan hubungan seksual sesuai kesepakatan awal. “Lalu, pelaku meminta tambahan hubungan seksual tidak wajar. Korban menolaknya,” kata Calvijn.

Karena kesal atas penolakan itu, Ariansyah melilit leher RS dengan selendang yang ada di tempat tidur hotel. Tindakan itu membuat RS lemas. “Tersangka lalu melakukan hubungan seksual tidak wajar saat korban dalam keadaan kritis,” ujar Calvijn.

RS pun akhirnya meninggal setelah melakukan hubungan seksual tidak wajar. Ariansyah lalu mengambil telepon seluler dan cincin korban. Dia juga membawa pakaian dan sandal korban untuk menghilangkan barang bukti. Dia pergi menginap ke rumah pacarnya berinisial GB sekitar pukul 22.30.

Besok paginya sekitar pukul 08.04, Ariansyah kembali lagi ke kamar penginapan itu. Sebelum ke penginapan, dia singgah di toko pakan burung untuk membeli karung plastik. Merasa tidak bisa membawa sendiri jenazah RS, Ariansyah lalu menelpon temannya, Sofwan Habib Rangkuti (19).

Baca JugaPembunuhan Perempuan di Medan, Pelaku Panik Saat Mengangkut Boks Berisi Jenazah

Sejak awal menelepon, Ariansyah sudah memberitahu kalau dia membunuh seorang perempuan. Dia meminta Sofwan membantunya membuang jenazah RS. Ariansyah berjanji memberi imbalan dengan membayar biaya sewa kamar kos Sofwan selama satu bulan.

Ariansyah lalu meminta Sofwan mengambil boks plastik dari rumahnya. Sofwan memberikannya dari atas gerbang dan tidak ikut masuk ke kamar. Ariansyah kemudian melilitkan seprai ke tubuh korban, lalu memasukkannya ke dalam boks.

Sesudahnya, Sofwan membawa sepeda motor ke depan kamar. Mereka mengangkat boks berisi jenazah ke atas jok sepeda motor. Dari rekaman video CCTV hotel, kata Calvijn, terlihat boks tidak bisa tertutup rapat. Kedua pelaku pun tampak kewalahan menaikkan boks ke atas sepeda motor.

Saat melaju dari penginapan, boks tesebut beberapa kali hampir terjatuh. Keduanya panik dan memutuskan untuk meletakkan boks di sebuah ladang pisang di pinggir Sungai Denai yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penginapan.

Baca JugaPembunuhan di Bantul, Pelaku Ikut Melayat Seusai Membacok Korban

Mereka lalu pergi makan di sebuah rumah makan. Ariansyah sangat khawatir karena jenazah RS hanya diletakkan di pinggir sungai.

Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk kembali ke tempat pembuangan jenazah untuk membuangnya ke dalam sungai. Namun, saat tiba di pinggir sungai tersebut, warga sudah ramai di lokasi. Warga juga sudah mengetahui kalau boks itu berisi jenazah.

“Warga melaporkan temuan jenazah sekitar pukul 11.35 melalui nomor pengaduan kantor polisi, yakni 110. Berselang 15 menit, petugas kepolisian sudah tiba di lokasi dan melakukan penyelidikan awal. Kurang dari enam jam, kami berhasil mengetahui pelaku dan menangkap kedua tersangka,” ungkap Calvijn.

Ariansyah ditangkap di rumah pacarnya saat hendak melarikan diri. Sementara itu, Sofwan ditangkap saat berada di kamar kosnya. Kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan berarti.

Lalu, pelaku meminta tambahan hubungan seksual tidak wajar. Korban menolaknya

Dokter ahli forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, mengatakan, hasil otopsi menyimpulkan penyebab kematian korban adalah mati lemas karena dibekap, dicekik, dan disertai benturan di kepala bagian belakang.

Terdapat memar di hidung, mulut, dan leher korban. Selain itu, mereka juga menemukan luka lecet di anus korban. Dokter forensik juga menemukan luka bekas perlawanan di tangan korban.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ada Megawati Hangestri, Pemain Korea Ini Justru Makin Bersinar di V-League
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Tepergok Saat Beraksi, Maling Motor Bersenpi di Karawang Babak Belur Dihakimi Massa
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Kakorlantas Pastikan Arus Mudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan Terkendali
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Kuasa Hukum Penggugat di Sidang CLS Soal Rismon Balik Arah Dukung Keaslian Ijazah Jokowi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Baim Wong Bongkar Honor Reza Rahadian hingga Asri Welas, Ada yang Setara 2 Lamborghini
• 19 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.