Kronologi Ibu Hamil Dibunuh Pasutri di Cirebon Hanya Demi Uang Rp83 Ribu dan HP

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sungguh sadis kronologi ibu hamil dibunuh pasutri di Cirebon. Kedua pelaku nekat habisi nyawa korban hanya demi uang Rp83 ribu dan handphone.

Seorang ibu hamil ditemukan tewas di dalam kamar mandi sebuah indekos di belakang Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (16/3/2026). Kini terungkap bahwa korban ternyata adalah korban pembunuhan.

Wanita berinisial TA (26) asal Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon itu diketahui tengah hamil 8 bulan. TA dibunuh oleh pasangan suami istri, yakni pria berinisial LH (26) dan wanita berinisial RK (41).

Kronologi ibu hamil dibunuh pasutri di Cirebon ini bermula pada Kamis (12/3/2026) dini hari. Saat itu LH memesan jasa pijat pada korban lewat sebuah aplikasi.

Korban lalu datang ke kosan LH dengan diantar oleh seorang pria. Sebelum korban datang, LH sudah menyuruh istrinya untuk pindah ke kamar sebelah untuk sementara.

Rupanya pasutri tersebut sudah memiliki rencana keji untuk menghabisi TA. Mereka berniat untuk menguasai harta korban.

Sehingga saat TA masuk ke kamar, LH langsung melancarkan aksinya menganiaya korban. Saat itu korban sempat memohon agar ia tidak dibunuh karena tengah mengandung 8 bulan.

Gelap mata, LH tidak menghiraukan pemohonan korban dan lanjut mencekiknya hingga tewas. Setelah itu, LH memanggil istrinya yang bersembunyi di kamar sebelah.

"Suami istri ini sejak awal ingin menguasai harta korban. Ini termasuk pembunuhan sadis ya, karena korban setelah kita autopsi, ternyata korban meninggal dunia dalam kondisi hamil 8 bulan," kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, dikutip dari Tribun Jakarta.

Suami istri itu kemudian bersama-sama menggotong jasad korban ke kamar mandi. Jasad korban lalu diikat menggunakan kain dan ditutupi dengan tumpukan baju.

Setelah melancarkan aksi bengis tersebut, LH dan RK menguras harta korban. Di antaranya adalah uang tunai Rp83 ribu serta satu buah handphone yang kemudian dijual seharga Rp73 ribu.

 

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku kemudian melarikan diri ke arah Majalengka.

Penemuan Jasad Korban

Meski kronologi ibu hamil dibunuh pasutri di Cirebon terjadi pada Kamis (12/3/2026) dini hari, jasad korban baru ditemukan pada Senin (16/3/2026) pagi. Jasad wanita hamil tersebut akhirnya diketahui oleh tetangga kos karena sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Tubuh korban ditemukan dalam posisi terlentang di dalam toilet kamar indekos. Korban juga terlihat masih mengenakan pakaian dan kepalanya terlilit beberapa helai kain.

“Ada busana, ada busana. Saya enggak tahu ada tanda-tanda kekerasan atau tidak. Masalahnya saya cuma lihat ada mayat di situ,” jelas Adam, saksi yang pertama kali menemukan korban.

Kondisi area kulit di bagian kepala atau dahi korban tampak berwarna pucat kekuningan. Sementara pada bagian lengan telah terjadi perubahan warna kulit yang diduga akibat dari proses lebam mayat atau dekomposisi.

Penangkapan Pelaku

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah meminta keterangan dari pemilik kos. Berbekal informasi di lapangan, polisi akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku dalam waktu kurang dari 3 jam.

Pasangan suami istri itu ditangkap saat berada di dalam sebuah bus untuk melarikan diri ke wilayah lain. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai senilai sekitar Rp83 ribu dan handhopne yang dijual seharga Rp73 ribu.

Menurut keterangan polisi, kejahatan yang dilakukan oleh kedua pelaku adalah pencurian dengan kekerasan yang telah direncanakan sebelumnya. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal berlapis.

Pasal yang disangkakan meliputi Pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan. Selain itu, keduanya juga dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

 

Hasil Autopsi

Setelah dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban, terungkap penyebab kematian korban. Ibu hamil itu dibunuh dengan cara keji, yakni dicekik menggunakan kain.

Yang lebih memilukan, korban dihabisi saat tengah menantikan kelahiran buah hatinya yang tinggal menghitung hari. Peristiwa tragis ini pun membawa duka mendalam bagi keluarga korban.

"Ini masuk pembunuhan sadis, pasutri ini sudah merencanakan sejak awal ingin menguasai harta korban. Bahkan saat pelaku pria mencekik korban, korban sempat berkata dan memohon kepada pelaku: jangan bunuh saya, saya sedang hamil,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, dikutip dari Kompas.com. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Orleans Masters: Raymond/Joaquin & Leo/Bagas Melaju, Rian/Rahmat Gugur
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Lautan Motor Padati Pelabuhan Ciwandan Banten, Pemudik Antre Berjam-jam
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Usai Man City Angkat Kaki dari Liga Champions, Guardiola Akui Arsenal Terbaik Saat Ini dan Klopp Masih Jadi Rival Tersulit
• 4 jam lalubola.com
thumb
Tidak Lapor SPT? Ini Denda Pajak dan Risiko Pidananya Menurut Aturan
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bulog Salurkan Bantuan Pangan Jelang Lebaran, Target 32 Juta Keluarga Penerima
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.