Bahlil Jamin Harga Pertalite Tidak Naik di Tengah Gejolak Minyak Dunia

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM subsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Penegasan ini merespons kekhawatiran publik akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh tensi geopolitik di Timur Tengah.

Konflik antara Israel-AS dan Iran telah menyebabkan penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz hingga mendorong harga minyak mentah melambung. Namun, pemerintah memastikan beban fluktuasi harga tersebut tidak akan langsung dialihkan kepada konsumen BBM subsidi.

"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (17/3/2026). Ia menjelaskan bahwa harga BBM subsidi sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah, bukan dinamika pasar.

Penetapan harga BBM di Indonesia saat ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni subsidi dan non-subsidi. Harga BBM non-subsidi akan terus berfluktuasi mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia sesuai regulasi yang berlaku.

"Tetapi kalau untuk non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuasi berdasarkan dinamika harga pasar yang ada," jelas Bahlil. Perbedaan perlakuan ini bertujuan untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi bagi masyarakat pengguna bahan bakar subsidi.

Bahlil memastikan belum ada agenda pembahasan mengenai kenaikan harga BBM subsidi dalam rapat koordinasi terbaru pemerintah. Kepastian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang tengah bersiap menghadapi bulan Ramadan dan Lebaran 2026.

"Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja, hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM," tambahnya. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi global.

Harga minyak di pasar global sendiri menunjukkan gejolak yang sangat signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) kini bertahan di atas 71 dolar AS per barel setelah melonjak lebih dari 6 persen.

Baca Juga: Prabowo Pertimbangkan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM, Ini Negara Asia yang Sudah Menerapkannya

Sementara itu, harga minyak jenis Brent ditutup mendekati angka 78 dolar AS per barel pada perdagangan terbaru. Kenaikan harga yang berlangsung lama berpotensi membengkakkan beban anggaran subsidi energi pada kas negara.

Meskipun anggaran subsidi tertekan, stabilitas harga Pertalite tetap menjadi prioritas utama guna meredam dampak inflasi domestik. Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia sambil menyiapkan langkah-langkah mitigasi anggaran yang diperlukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Sebut Bus Terminal Kalideres Harus Laik Jalan Jelang Arus Mudik
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Kejutan Tak Terduga Inter Milan di Bursa Transfer: Incar Bek Tim Papan Tengah Liga Italia untuk Gantikan Bastoni Jika Pergi
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Gejolak Minyak Dunia, Projo Usul Pemerintah Bentuk Badan Pengendali LPG Subsidi
• 4 jam laludetik.com
thumb
FIFA Tolak Permintaan Iran untuk Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Tempo Scan Berangkatkan 3.000 Mitra Usaha Mudik Gratis ke Jawa-Sumatera
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.