Bahlil Buka Opsi Beli Minyak dari Rusia

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah terbuka dengan opsi membeli minyak mentah (crude) dari Rusia.

Hal ini seiring  dengan Amerika Serikat (AS) yang mulai melonggarkan sanksi kepada Negeri Beruang Merah. AS kini memberi izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini berada di laut atau dalam kapal.

Pelonggaran sanksi merupakan salah satu upaya AS menstabilkan pasar energi global imabs melonjaknya harga minyak buntut konflik Timur Tengah.

Bahlil menuturkan, pemerintah membuka kemungkinan untuk membeli minyak mentah dari negara mana saja, termasuk Rusia. Apalagi, saat ini RI memang berencana mengalihkan impor dari Timur Tengah ke negara lain.

"Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," ucap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Oleh karena itu, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah terbuka untuk mengambil opsi membeli minyak Rusia.

"Ya kenapa tidak? Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok," katanya.

Selain dengan Rusia, Bahlil mengatakan bahwa pemerintah juga mulai melirik minyak mentah dan LPG dari Brunei Darussalam.

Opsi itu muncul tatkala Bahlil menggelar pertemuan bilateral strategis dengan Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister’s Office Brunei Darussalam, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah.

Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di sela-sela Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/226) waktu setempat.

"Kami juga mengatakan kalau mereka mempunyai gas C3 C4 untuk bahan baku LPG, bisa kita ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk obtakernya di Indonesia. Ya kemungkinan semua ada," kata Bahlil.

Menurutnya, penjajakan impor minyak dari Brunei bisa jadi alternatif demi  memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan minyak.

Menurutnya, dengan kapasitas produksi minyak Brunei yang mencapai sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari, Indonesia membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari negara tersebut sebagai salah satu opsi untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Dalam kesempatan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengaku masih mencermati perkembangan geopolitik internasional yang mempengaruhi minyak dunia. Adapun dalam pertimbangan membeli minyak Rusia, Pertamina akan mempertimbangkan faktor keekonomiannya.

"Dalam pengadaan minyak mentah, Pertamina mempertimbangkan aspek keekonomian, kesesuaian dengan kebutuhan kilang, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan arahan pemerintah," tutur Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.

Pertamina, kata dia, berupaya memastikan pasokan energi nasional tetap tersedia dan sesuai himbauan Pemerintah untuk masyarakat hemat dalam penggunaan energi baik BBM dan LPG.

Baca Juga

  • BI Siaga Lonjakan Harga Minyak Dunia & Kemarau Panjang Ancam Inflasi Domestik
  • Harga Minyak Global Mendidih Lagi, Serangan Iran Picu Gangguan Pasokan
  • Harga Minyak Rebound setelah Anjlok 5%, Serangan Iran Picu Kekhawatiran Pasokan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KDM Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor Desa Cibogo Lembang
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Aturan Co-Payment Asuransi Bakal Kelihatan Dampaknya Tengah Tahun Ini
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Direktur Pusat Kontraterorisme AS Mengundurkan Diri, Tolak Perang Iran
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
H-4 Lebaran, Pengguna Angkutan Umum Tembus 6,2 Juta Pemudik
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Shireen Sungkar Wakafkan Sumur di Gunung Kidul atas Nama Vidi Aldiano
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.