ESKALASI konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan rudal balistik Iran menghantam pusat wilayah Israel pada Selasa malam. Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), mengonfirmasi bahwa dua orang tewas akibat hantaman shrapnel (serpihan rudal) dalam serangan tersebut.
Dampak Serangan di Jantung IsraelTim paramedis MDA yang tiba di lokasi kejadian di kota Ramat Gan menyatakan seorang pria dan seorang wanita meninggal dunia di tempat akibat luka parah. Rekaman video dari lokasi menunjukkan kerusakan pada sebuah bangunan dan jalanan yang dipenuhi puing-puing sisa ledakan.
Selain di Ramat Gan, dampak serangan juga dilaporkan terjadi di beberapa titik strategis:
Baca juga : Jurnalis Israel Diancam Dibunuh Penjudi Polymarket terkait Berita Rudal Iran
- Stasiun Kereta Api Savidor, Tel Aviv: Terdeteksi adanya dampak ledakan.
- Kota Satelit: Laporan kerusakan muncul dari Petah Tikva, Rosh HaAyin, dan Kafr Qasim.
- Beni Brak: Satu orang dilaporkan luka ringan akibat serpihan rudal.
Kamera CNN di lapangan menangkap fenomena yang menyerupai munisi tandan (cluster munition) di langit Tel Aviv. Video tersebut memperlihatkan puluhan bom kecil (bomblets) yang menyebar di udara sebelum menghantam daratan. Sirene serangan udara terus meraung di Tel Aviv dan Yerusalem saat sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat gelombang rudal susulan.
PLTN Bushehr Iran Terkena ProyektilDi pihak lain, Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa sebuah "proyektil musuh" menghantam area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran barat pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Beruntung, otoritas setempat melaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan teknis pada fasilitas nuklir tersebut.
Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut mengecam serangan yang dianggap melanggar hukum internasional:
Baca juga : Keamanan Terancam, Rusia Evakuasi Ratusan Pekerja Pembangkit Tenaga Nuklir Bushehr dari Iran
"Tindakan semacam itu bertentangan dengan semua peraturan internasional mengenai kekebalan fasilitas nuklir dari serangan militer dan dapat memiliki konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki bagi seluruh kawasan, termasuk negara-negara yang berbatasan dengan Teluk Persia."
Respons InternasionalBadan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menerima laporan dari Iran terkait insiden di Bushehr. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyerukan pengendalian diri secara maksimal guna menghindari risiko kecelakaan nuklir di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Hingga saat ini, pihak militer Israel maupun Departemen Pertahanan Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi terkait serangan yang menyasar fasilitas nuklir Iran tersebut. (BBC/CNN/Z-2)





