Pintu yang Tidak Pernah Dikunci

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di sebuah desa terpencil, di dalam sebuah rumah kecil yang sederhana, hiduplah seorang ibu dan anak perempuannya.

Sang ibu sangat takut rumahnya kemasukan pencuri. Karena itu, setiap malam sebelum tidur, ia selalu mengunci pintu rumah dengan tiga lapis kunci.

Namun sang anak perempuan merasa bosan dengan kehidupan desa yang sunyi dan monoton, seperti sebuah lukisan pemandangan yang tidak pernah berubah.

Ia merindukan kehidupan kota yang ramai dan gemerlap—sebuah dunia yang selama ini hanya ia bayangkan dari cerita-cerita yang ia dengar lewat radio.

Suatu pagi, demi mengejar mimpi yang ia bayangkan begitu indah, gadis itu meninggalkan ibunya.

Saat ibunya masih tertidur, ia diam-diam pergi dari rumah.

Di dalam hatinya ia berkata:

“Ibu, anggap saja Ibu tidak pernah memiliki anak seperti aku.”

Namun dunia nyata tidak seindah yang ia bayangkan.

Tanpa ia sadari, hidupnya perlahan-lahan terjerumus ke dalam jalan yang salah.

Ia jatuh semakin dalam ke dalam kehidupan yang penuh penderitaan, hingga akhirnya ia tidak mampu keluar lagi dari kesalahan yang telah ia buat.

Barulah saat itu ia menyadari betapa besar kesalahannya.

“Ibu…”

Sepuluh tahun kemudian, gadis itu—yang kini telah dewasa—akhirnya kembali ke kampung halamannya.

Dengan hati yang terluka dan tubuh yang penuh kelelahan, ia berjalan menuju rumah lamanya.

Saat ia tiba di depan rumah, hari sudah larut malam.

Dari celah pintu terlihat cahaya lampu yang redup.

Ia mengetuk pintu dengan perlahan.

Namun tiba-tiba sebuah perasaan aneh muncul di hatinya.

Ketika ia memutar gagang pintu, ia terkejut.

Pintu itu tidak terkunci.

“Kenapa bisa begitu?
Ibu tidak pernah lupa mengunci pintu sebelumnya…”

Ketika ia masuk ke dalam rumah, ia melihat ibunya terbaring di lantai yang dingin, tubuhnya yang kurus meringkuk dalam keadaan tertidur.

Pemandangan itu membuat hatinya terasa sangat perih.

“Ibu… Ibu…”

Mendengar suara tangisan putrinya, sang ibu membuka mata.

Tanpa berkata apa-apa, ia langsung memeluk bahu putrinya yang kelelahan.

Putrinya menangis lama di dalam pelukan ibunya.

Setelah beberapa saat, ia bertanya dengan penuh rasa ingin tahu:

“Ibu, kenapa malam ini pintu rumah tidak dikunci?
Bagaimana kalau ada orang jahat masuk?”

Sang ibu menjawab dengan lembut:

“Bukan hanya malam ini saja.
Aku tidak pernah mengunci pintu selama sepuluh tahun.”

“Aku takut suatu malam kamu tiba-tiba pulang, tetapi tidak bisa masuk ke rumah.”

Selama sepuluh tahun, sang ibu menunggu putrinya pulang.

Semua barang di kamar anaknya tetap diletakkan persis seperti dulu.

Malam itu, ibu dan anak akhirnya kembali seperti sepuluh tahun yang lalu.

Mereka tidur bersama dengan tenang.

Dan untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun…

pintu rumah itu kembali dikunci. (Jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Way Diberlakukan, Kendaraan di GT Cikatama Melonjak 201 Persen
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksa Mahmud Dorong Peningkatan Kualitas Imam dan Peran Sosial Masjid di Makassar
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Dadan Hindayana Tarik Orang Kejagung ke BGN, Langsung Isi Jabatan Strategis
• 21 jam laludisway.id
thumb
BMKG: 7 Provinsi Waspada Rabu 18 Maret 2026, Hujan Lebat Intai Jatim hingga Papua Pegunungan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Dorong Anak Gawang Ditutup, Pedro Neto Hanya Mendapat Peringatan Keras UEFA
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.