DPR AS Panggil Paksa Jaksa Agung Pam Bondi Terkait Berkas Epstein

mediaindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita

KETUA Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, resmi mengeluarkan surat perintah pemanggilan paksa (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi pada Selasa waktu setempat. Langkah hukum ini mewajibkan Bondi hadir memberikan kesaksian dalam deposisi pada 14 April mendatang, terkait penyelidikan panel terhadap kasus Jeffrey Epstein.

Dalam surat pengantarnya, Comer menegaskan bahwa komite sedang mendalami adanya "kemungkinan salah kelola oleh pemerintah federal" dalam investigasi terhadap Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Tuntutan Transparansi Berkas

Fokus utama penyelidikan ini adalah kepatuhan Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap Epstein Files Transparency Act, sebuah undang-undang yang disahkan tahun lalu yang mewajibkan pembukaan dokumen terkait Epstein kepada publik.

Baca juga : Komite Kongres AS Panggil Paksa Jaksa Agung Pam Bondi Terkait Skandal Jeffrey Epstein

"Komite memiliki pertanyaan mengenai penanganan Departemen Kehakiman atas investigasi terhadap Jeffrey Epstein dan rekan-rekannya, serta kepatuhannya terhadap Epstein Files Transparency Act," tulis Comer dalam surat tersebut.

Comer menambahkan bahwa sebagai Jaksa Agung, Bondi bertanggung jawab langsung atas pengumpulan, peninjauan, dan keputusan perilisan berkas-berkas tersebut. Sejauh ini, anggota dewan dari kedua belah pihak (Republik dan Demokrat) mengeluhkan banyaknya bagian yang disensor (redacted) dalam dokumen yang dirilis, sehingga menuntut transparansi yang lebih besar.

Respons Departemen Kehakiman

Menanggapi pemanggilan paksa tersebut, juru bicara DOJ menyebut langkah DPR tersebut sebagai tindakan yang "sama sekali tidak perlu." Pihak DOJ berargumen bahwa para pembuat undang-undang sebenarnya telah diundang untuk melihat berkas tanpa sensor secara langsung di kantor Departemen Kehakiman.

Baca juga : 4 Fakta Ketika Jaksa Agung Pam Bondi Adu Mulut di Kongres Terkait Berkas Epstein

"Subpoena ini sama sekali tidak perlu. Anggota dewan telah diundang untuk melihat berkas yang tidak disensor sendiri di Departemen Kehakiman, dan Jaksa Agung selalu menyediakan waktu untuk berbicara langsung dengan anggota Kongres," ujar juru bicara tersebut.

Meski demikian, DOJ tidak secara tegas menyatakan apakah Bondi akan mematuhi subpoena tersebut atau tidak. Sebagai langkah awal, Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche dijadwalkan memberikan pengarahan tertutup kepada komite pada Rabu ini.

Dukungan Lintas Partai

Langkah berani komite ini mendapat dukungan kuat secara bipartisan. Perwakilan Robert Garcia, anggota senior dari Partai Demokrat di panel tersebut, menegaskan pentingnya kesaksian di bawah sumpah.

"Berkat persatuan Demokrat di Komite Pengawasan, bersama dengan dukungan beberapa anggota Republik, Jaksa Agung kini akan hadir di hadapan komite kami di bawah sumpah. Tidak ada lagi kebohongan. Tidak ada lagi pengalihan. Kami menginginkan kebenaran, dan keadilan bagi para penyintas," tegas Garcia.

Pemanggilan ini menandai babak baru dalam upaya panjang Kongres AS untuk membongkar jaringan di lingkaran Jeffrey Epstein dan memastikan tidak ada fakta yang ditutup-tutupi oleh lembaga penegak hukum. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puspom TNI Selidiki Aktor Intelektual dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Foto Udara: Malam Ke-29 Ramadan di Masjidil Haram
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kebahagiaan Agatha Chelsea Lolos S2 di Harvard dan 3 Kampus Top Dunia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Finalissima batal, timnas Argentina jadwalkan uji coba lawan Guatemala
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Empat Tim Pastikan Tiket Perempat Final Liga Champions 2025/26, Real Madrid hingga Sporting Tampil Perkasa
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.