Lika-liku Pengorbanan Warga demi Mudik Lebaran: Habiskan THR hingga Nabung Setahun

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik kebahagiaan umat muslim menyambut Lebaran, terselip kisah perjuangan warga Ibu Kota untuk mudik ke kampung halaman. 

Keterbatasan finansial hingga mahalnya harga tiket angkutan mudik pun tak menyurutkan langkah mereka demi berkumpul bersama keluarga. 

Penantian 3 tahun

Fajar (25), warga Kembangan, Jakarta Barat, misalnya, begitu senang akhirnya bisa pulang ke kampung halaman di Madiun, Jawa Timur, setelah tiga tahun tak mudik akibat kondisi ekonomi.

Kondisi finansial Fajar sempat terpuruk setelah menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun lalu, tepat sebelum Lebaran 2025.

"Terakhir kali mudik tuh sudah lama ya, sudah cukup lama gitu. Sudah tiga tahun yang lalu. Karena ya itu kan namanya ekonomi lagi susah," kata Fajar saat ditemui Kompas.com di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Titip Anabul di Pet Hotel Saat Mudik, Pemilik Bisa Pantau Lewat Video

Fajar mengenang, pada tahun-tahun sebelumnya, sang nenek mengalah datang ke Jakarta untuk bisa berkumpul bersama dia dan keluarga.

Kini roda nasib berputar. Fajar telah mendapatkan pekerjaan baru dan mengalokasikan penuh Tunjangan Hari Raya (THR) yang ia dapat untuk membeli tiket bus pulang-pergi bagi dirinya, orangtua, dan adiknya.

Habiskan THR demi mudik

Fajar rela menghabiskan seluruh THR-nya senilai Rp 4 juta demi melepas rindu akan kampung halaman.

"Namanya orang mudik pengorbanannya jelas mungkin secara finansial ya. Karena kan namanya sekarang ekonomi lagi susah, apa-apa mahal. Tapi alhamdulillah kemarin dapat THR, langsung dibeliin buat tiket pulang-pergi," tuturnya.

Ia pun berharap kondisi ekonomi di Indonesia membaik, salah satunya diwujudkan dengan tarif angkutan Lebaran yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Harapannya ekonomi membaik, jadi bisa lebih terjangkau, orang-orang enggak perlu lagi susah payah buat beli tiket mudik. Harga tiket juga semoga stabil, enggak terlalu mahal, jadi enggak menyulitkan buat para pemudiknya," harap Fajar.

Baca juga: Masih Banyak Jalan Berlubang Saat Arus Mudik, Pemerintah Dinilai Lalai

Harga tiket melonjak

Perjuangan serupa disampaikan oleh Revita (28) yang hendak mudik ke Palembang, Sumatera Selatan.

Momen Lebaran tahun ini begitu spesial baginya karena untuk pertama kalinya ia mudik membawa sang buah hati yang baru berusia delapan bulan.

Meski begitu, Revina harus merogoh kocek lebih dalam karena harga tiket bus melonjak tajam.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tiketnya naik sih, dua kali lipat. Biasanya sekitar Rp 250.000, sekarang beli tiketnya sudah Rp 510.000, itu (untuk) satu orang," kata Revita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mafia Kelas Kakap Ditangkap, Rupanya Bocah 20 Tahun
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Operasional BRI Region Denpasar Saat Nyepi dan Lebaran 2026, Siapkan Kas Rp819 Miliar
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Berhasil Amankan 17 Remaja yang Konvoi Bawa Kembang Api di Pesanggrahan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonom: Kerja sama RI-Jepang di bidang energi jadi langkah rasional
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Fitnah al-Kubra: Perang Saudara Pertama yang Memecah Umat Islam
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.