Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa politik telah terjadi pada Selasa (17/3) dan berikut lima berita pilihan untuk Anda baca kembali pada pagi ini, yakni mulai dari permintaan maaf Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) ANTARA hingga pengiriman pasukan TNI ke Gaza ditunda.
1. Pencabutan berita dan permintaan maaf
Berita dengan judul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran", terjadi kesalahan dalam pengutipan dan ketidaksesuaian konteks pernyataan narasumber, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Untuk itu, kami telah mencabut berita tersebut, dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Selengkapnya baca di sini.
2. ANTARA sampaikan permohonan maaf terkait kesalahan berita
Direktur Pemberitaan Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam pengutipan pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran".
Selengkapnya baca di sini.
3. ANTARA sampaikan permohonan maaf terkait kesalahan berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran"
Direktur Utama Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan seluruh masyarakat Indonesia, serta stakeholders (pemangku kepentingan) informasi lainnya terkait kesalahan berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran" yang disiarkan ANTARA pada Selasa (17/3), pukul 17.27 WIB karena tidak sesuai dengan kaidah dan prinsip jurnalistik yang berlaku.
Selengkapnya baca di sini.
4. Pemerintah tunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menunda pengiriman 8.000 pasukan yang akan menjalani misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Selengkapnya baca di sini.
5. Mensesneg: Rekrutmen ASN masih menunggu prioritas
Pemerintah masih menahan keputusan terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun ini karena menunggu penetapan sektor prioritas yang harus dipenuhi lebih dahulu.
Selengkapnya baca di sini.
1. Pencabutan berita dan permintaan maaf
Berita dengan judul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran", terjadi kesalahan dalam pengutipan dan ketidaksesuaian konteks pernyataan narasumber, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Untuk itu, kami telah mencabut berita tersebut, dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Selengkapnya baca di sini.
2. ANTARA sampaikan permohonan maaf terkait kesalahan berita
Direktur Pemberitaan Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam pengutipan pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran".
Selengkapnya baca di sini.
3. ANTARA sampaikan permohonan maaf terkait kesalahan berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran"
Direktur Utama Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan seluruh masyarakat Indonesia, serta stakeholders (pemangku kepentingan) informasi lainnya terkait kesalahan berita berjudul "Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran" yang disiarkan ANTARA pada Selasa (17/3), pukul 17.27 WIB karena tidak sesuai dengan kaidah dan prinsip jurnalistik yang berlaku.
Selengkapnya baca di sini.
4. Pemerintah tunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menunda pengiriman 8.000 pasukan yang akan menjalani misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Selengkapnya baca di sini.
5. Mensesneg: Rekrutmen ASN masih menunggu prioritas
Pemerintah masih menahan keputusan terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun ini karena menunggu penetapan sektor prioritas yang harus dipenuhi lebih dahulu.
Selengkapnya baca di sini.





