EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah kedai kopi di Dongyang, Zhejiang, Tiongkok meluncurkan minuman unik bernama “Americano telur direbus dengan air kencing anak laki-laki”, yang mana langsung memicu perdebatan publik. Pihak toko menyebut minuman ini cukup laris, bisa terjual ratusan cangkir per hari, bahkan menarik pengunjung dari luar daerah untuk mencicipinya.
Telur Air Kencing Anak Dipadukan dengan Kopi
Video yang beredar di internet menunjukkan sebuah kedai kopi bernama “燊·肃雍” “Shen Suyong” di Dongyang, Zhejiang, Tiongkok, memperkenalkan produk kreatif “Americano telur air kencing anak”, dengan harga 28 yuan (RMB) per cangkir, yang mana memicu perbincangan hangat.
Staf toko mengatakan minuman ini cukup populer, bisa terjual sekitar seratus cangkir per hari, dan banyak pelanggan dari luar kota datang khusus untuk mencobanya. “Namun demikian, bagi yang pertama kali mencoba, mungkin akan merasa agak aneh, bahkan sedikit ‘memabukkan’ rasanya.”
Menurut penjelasan staf, telur yang direbus dengan air kencing anak laki-laki kemudian dipanggang dengan arang hingga kulitnya sedikit gosong, menghasilkan rasa gurih dan agak asin.
Telur tersebut disajikan terpisah dari kopi: sebutir telur ditusuk dan diletakkan di atas gelas, sementara di dalam gelas berisi kopi Americano. Keduanya biasanya dimakan dan diminum terpisah, tetapi ada juga pelanggan yang meminta telur dihancurkan dan dicampur ke dalam kopi.
Minuman ini memicu banyak reaksi dari warganet, banyak yang menyatakan sulit menerima konsep tersebut, seperti: “Sekarang selera orang benar-benar aneh—telur air kencing anak, teh ‘aroma kotoran bebek’—memangnya apa yang harum dari itu?”
“Apa pun alasannya, urin tetaplah urin, siapa yang bisa menerimanya?”
“Silakan saja yang mau minum, saya tidak tertarik.”
“Apakah benar pakai air kencing anak? Dari mana asalnya?”
Telur Direbus dengan Air Kencing Anak
Diketahui, telur yang direbus dengan air kencing anak laki-laki merupakan warisan budaya takbenda di Kota Dongyang. “Air kencing anak” merujuk pada urin anak laki-laki berusia di bawah 10 tahun. Telur ini biasanya dikonsumsi pada musim dingin dan semi, dipercaya memiliki manfaat seperti menurunkan panas dalam, meredakan demam, dan menenangkan tubuh.
Dalam kitab pengobatan tradisional Tiongkok Bencao Gangmu disebutkan bahwa air kencing anak bersifat asin dan dingin, tidak beracun, serta memiliki khasiat menurunkan panas dan membersihkan sumbatan dalam tubuh tanpa merusak organ.
Pada tahun 2011, Gong Mingwei, yang saat itu menjabat sebagai kepala pusat perlindungan warisan budaya takbenda Dongyang, menyatakan bahwa telur ini cukup umum di kalangan masyarakat setempat. “Dulu banyak praktisi bela diri di Dongyang, dan makanan ini efektif untuk pemulihan cedera. Petani juga sering mengalami luka saat bekerja, dan telur ini dianggap membantu pemulihan.”
Ia juga menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak lama. Pada masa lalu, kondisi hidup sulit dan makanan bergizi terbatas, sehingga telur menjadi salah satu sumber nutrisi utama. Endapan dalam urin setelah beberapa waktu dapat membentuk kristal yang mirip dengan bahan obat tradisional yang disebut “renzhongbai”, yang mana dipercaya memiliki efek menghentikan pendarahan dan menyeimbangkan tubuh.
Laporan disusun oleh reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui





