Bisnis.com, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,39 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50.
Rights issue tersebut bertujuan untuk menggalang dana guna mendukung perkembangan dan ekspansi usaha perseroan khususnya di sektor pengolahan limbah, energi terbarukan serta kendaraan listrik.
SVP Corporate Finance & Investor Relations TOBA Mirza Hippy menjelaskan bahwa perseroan memilih aksi korporasi rights issue untuk pendanaan karena instrumen ini akan memberikan ruang fleksibilitas keuangan bagi perseroan. Per akhir 2025, perseroan menanggung kenaikan total liabilitas 26% secara tahunan.
"Rights issue merupakan salah satu instrumen pendanaan yang sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, memberikan kesempatan pertama kepada pemegang saham eksisting untuk ikut serta dalam pertumbuhan perseroan secara proporsional," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (17/3/2026).
Atas aksi korporasi tersebut, TOBA saat ini sedang berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS perseroan yang rencananya akan diselenggarakan di tanggal 16 April 2026.
"Kami menekankan bahwa pelaksanaan rencana ini akan sangat bergantung pada persetujuan RUPS mendatang, kondisi pasar modal, serta minat calon investor, dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh pemegang saham," ujarnya.
Baca Juga
- Paket E-Commerce Tak Kunjung Tiba Jelang Lebaran, idEA Ungkap Penyebabnya
- Kata Apindo Soal Rencana WFH untuk Hemat BBM
- Dirut KAI: Kereta Kerakyatan Laris Manis, Okupansi Tembus 102% Saat Mudik
Mirza menambahkan, sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi hijau, TOBA secara konsisten mengevaluasi berbagai opsi instrumen pendanaan, baik melalui ekuitas maupun pinjaman untuk mendukung pengembangan portofolio pengelolaan limbah, energi baru terbarukan (EBT), serta infrastruktur kendaraan listrik.
Melansir laporan keuangan diaudit TOBA tahun buku 2025, perseroan mencatat liabilitas sebesar US$577,77 juta. Utang tersebut meningkat dibanding US$457,07 juta. Bila dibedah, liabilitas TOBA terdiri dari liabilitas jangka panjang US$412,13 juta yang meningkat dari US$324,95 juta, serta liabilitas jangka pendek US$165,63 juta yang juga naik dari US$132,12 juta.
Total liabilitas per 31 Desember 2025 mengalami kenaikan 26,4% year on year (YoY) yang utamanya disebabkan oleh kenaikan utang obligasi dan sukuk sebesar 166% yoy menjadi US$85,6 juta dari US$32,2 juta. Utang ini digunakan perseroan untuk mendanai pengembangan dan pengelolaan usaha entitas anak yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





