Perang AS-Israel vs Iran Picu Dana Global Keluar dari Asia, Malaysia Dilirik

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Malaysia menjadi negara yang menonjol di Asia Tenggara karena jadi incaran investor global, bahkan sebelum harga minyak melonjak akibat perang AS-Israel vs. Iran.

Periode stabilitas politik yang langka dan investasi di sektor manufaktur bernilai tinggi serta pusat data meningkatkan daya tarik Malaysia, sementara negara-negara tetangganya bergulat dengan perubahan kepemimpinan dan tekanan fiskal. Perang AS-Israel vs Iran semakin memperkuat keunggulan Malaysia karena investor mencari pasar yang lebih siap menghadapi volatilitas.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (17/3), indeks harga saham Malaysia telah mengungguli pasar regional lainnya bulan ini karena perang AS-Israel vs Iran mengacaukan pasar global, dibantu oleh status Malaysia sebagai salah satu dari sedikit eksportir energi bersih di Asia.

Arus keluar dana asing dari ekuitas lokal relatif rendah pada Maret meski terjadi aksi jual besar-besaran di pasar berkembang Asia lainnya. Ringgit mempertahankan kenaikan tahun ini terhadap dolar AS, mengungguli mata uang lainnya.

"Ini adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi ketika keadaan di tempat lain memburuk," kata Alexander Redman, kepala strategis ekuitas di CLSA Singapura, yang menaikkan peringkat pasar menjadi netral dari underweight selama perang di Iran masih berlangsung.

"Malaysia berada dalam posisi yang relatif baik karena memiliki surplus neraca transaksi berjalan, merupakan eksportir bersih minyak dan gas, dan proporsi energi dalam keranjang CPI Malaysia tidak setinggi negara lain," lanjutnya.

Kenaikan harga minyak mentah yang dipicu oleh konflik Timur Tengah berpotensi meningkatkan pendapatan Malaysia, yang memiliki sumber daya minyak dan gas di negara bagian Borneo dan Terengganu, bahkan ketika negara lain berjuang dengan kenaikan biaya energi. Pendapatan terkait minyak bumi diproyeksikan mencapai 12,5 persen dari pendapatan negara pada 2026.

Kondisi itu membantu Malaysia menghindari arus dana keluar yang besar seperti yang terlihat di pasar lain. Dana global menjual sekitar USD 80 juta saham lokal secara bersih hingga Jumat bulan ini, sementara Indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI hanya kehilangan 1,2 persen. Arus saham asing tetap positif pada kuartal ini.

Dorongan Kebijakan Malaysia

Inisiatif ekonomi Malaysia membedakannya dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sementara Thailand dan Indonesia bergulat dengan ketidakpastian kebijakan, pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim meluncurkan rencana untuk meningkatkan pengeluaran di industri semikonduktor dan membangun kemampuan di bidang manufaktur dan energi terbarukan.

Strategi itu membantu meningkatkan investasi asing langsung ke rekor tertinggi tahun lalu. Rekor total perdagangan dan kedatangan turis juga mendorong pertumbuhan Malaysia melampaui sebagian besar negara tetangganya pada 2025, dan pemerintah mempertahankan perkiraan tahun ini meski menghadapi tantangan geopolitik.

Kepala investasi obligasi Malaysia, Tutiana Jusat, mengatakan selain kualitas defensifnya, Malaysia juga dalam mode pertumbuhan. Ia mengatakan perusahaan terus berkembang dan permintaan investor untuk penerbitan korporasi cukup menggembirakan.

Saham perbankan seperti Malayan Banking Bhd. dan perusahaan konsumen seperti MR D.I.Y Group (M) Bhd., yang mungkin mendapat keuntungan dari ekonomi yang kuat termasuk di antara saham dengan kinerja terbaik di indeks acuan sejauh ini. Saham teerkait minyak dan gas terutama Petronas Chemicals Group Bhd. dan Petronas Dagangan Bhd. juga mengalami kenaikan.

"Banyak orang berpikir bahwa Malaysia berada di posisi yang menguntungkan saat ini," kata profesor studi Asia di University of Tasmania, James Chin. Menurutnya, Malaysia memiliki basis pekerja dengan pendidikan yang baik serta infrastruktur yang lebih baik dibandingkan sebagian besar negara tetangga di kawasan, yang memungkinkan Malaysia tetap unggul.

Indonesia sedang berjuang untuk memulihkan kepercayaan investor setelah lembaga pemeringkat menurunkan outlook, dan MSCI Inc. memperingatkan kemungkinan penurunan peringkat menjadi pasar negara berkembang. Thailand terbebani oleh utang rumah tangga yang tinggi dan pertumbuhan yang lambat, sementara Filipina sedang terguncang akibat skandal korupsi proyek pekerjaan umum.

Sebagai catatan, perang berkelanjutan di Iran berisiko menyebabkan arus keluar lebih lanjut dari pasar berkembang, termasuk Malaysia. Malaysia juga menghadapi tagihan subsidi yang lebih tinggi jika harga minyak tetap tinggi, yang dapat membebani rencana untuk mempersempit defisit fiskalnya, sementara tuduhan kolusi antara pengusaha dan pejabat anti korupsi dapat membuat investor khawatir.

Malaysia Masih Dilirik Investor Chip Global

Sementara itu, kepala eksekutif dan direktur pelaksana Capital Dynamics Sdn., Tan Teng Boo, mengatakan posisi Malaysia di ekosistem chip global akan tetap menarik. Dia memperkirakan indeks saham acuan akan naik menjadi 2.500 hingga 3.000 dalam waktu dua tahun. Indeks KLCI ditutup di angka 1.696,56 pada Senin (16/3).

Malaysia telah menciptakan ceruk pasar dalam perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor, dan berencana untuk beralih ke produksi yang lebih bernilai, termasuk mendesain chip sendiri. Selain itu, Malaysia juga jadi tujuan yang berkembang pesat untuk pusat data AI di ASEAN, yang diperkirakan telah memberikan kontribusi sebesar 14,1 miliar ringgit (USD 3,6 miliar) bagi perekonomian Malaysia pada tahun 2025.

Investasi di negara bagian selatan Johor, pusat data utama Malaysia, terus meningkat. Pembentukan zona ekonomi khusus bersama dengan Singapura dapat membuka jalan bagi lebih banyak proyek di sana.

Perkembangan ini membantu memperkuat daya tarik investasi Malaysia karena dana-dana mencari tempat berlindung yang aman di saat-saat sulit.

“Investor mencari ‘di mana saya bisa merasa lebih nyaman dengan modal saya dalam jangka pendek?’ dan Malaysia adalah salah satu pasar yang diuntungkan dari hal itu,” kata Harvey Bradley, salah satu kepala divisi suku bunga global di Insight Investment.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lanjut MESOP Tahap IV, EMC Hospitals (SAME) Terbitkan 8,75 Juta Saham
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Sekretaris Presiden Prabowo, Ariyo Windutomo Naik Pangkat Jadi Letjen TNI
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Tahun Tidak Mudik, Maryani Senang Bisa Pulang Kampung ke Pontianak
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Buntut Perang Iran, Kemlu Pastikan Pengiriman TNI ke Gaza Ditunda
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenag Siapkan 8 Masjid Posko Mudik 24 Jam di Majalengka
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.