Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengkonfirmasi kematian komandan pasukan Basij, Gholamreza Soleimani. Soleimani disebut tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS).
Dilansir Aljazeera, Rabu (18/3/2026), konfirmasi tentang kematian Soleimani dilaporkan dalam pernyataan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. IRGC mengatakan Soleimani terbunuh dalam "serangan oleh musuh Amerika-Zionis".
Soleimani, yang memimpin Basij selama enam tahun terakhir dan mengawasi operasi keamanan internal, dianggap memiliki peran strategis.
"(Soleimani) memainkan peran strategis dan tak tertandingi dalam memperbarui struktur populer dan jihadis Basij, mengembangkan gerakan konstruktif, menghilangkan kemiskinan, dan memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok yang tertindas dan rentan," lanjut IRGC.
IRGC menyatakan pembunuhan terhadap Soleimani membuktikan unit Basij berperan penting dalam pertempuran melawan AS dan Israel.
"Pembunuhan pengecut ini menunjukkan pentingnya dan peran Basij dalam pertempuran habis-habisan melawan tentara teroris Amerika dan rezim Zionis serta tentara bayaran mereka, terutama dalam perang baru-baru ini," katanya dalam pernyataan tersebut.
Israel sebelumnya mengklaim dua pembunuhan tingkat tinggi dalam serangan terbarunya terhadap Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa kepala keamanan top Iran, Ali Larijani, tewas akibat serangan terbaru Israel.
Katz dalam pernyataannya juga mengklaim serangan Israel telah menewaskan komandan milisi internal Basij, Gholamreza Soleimani. Unit Basij merupakan milisi paramiliter keamanan internal di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
(fca/fca)





