Bea Cukai Jakarta Periksa Puluhan Yacht di Ancol Jakut

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Bea Cukai Jakarta memeriksa sejumlah kapal pesiar pribadi atau yacht. Sebanyak 82 yacht di perairan dan sedang sandar di dermaga Batavia Marina diperiksa.

Bea Cukai Jakarta menegaskan pemeriksaan ini bagian dari upaya mengoptimalkan penerimaan negara dari peredaran barang mewah, memberantas underground economy, sekaligus menegakkan keadilan fiskal (fiscal equity) bagi warga negara.

"Kami menjalankan kegiatan ini sebagai mandatory pelaksanaan tugas sebagaimana diarahkan Pak Menteri Keuangan dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk mengoptimalkan penerimaan negara," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, Selasa (17/3/2025).

"Rakyat bawah, UMKM, bahkan mereka yang membeli motor untuk pekerjaannya, semisal ojek online, tetap membayar bea dan pajak, memenuhi kewajibannya dari motor yang dibeli. Masa mereka yang membeli high value goods dan luxury goods tidak membayar sesuai kewajibannya," imbuh Hendri.

Foto: Bea Cukai Jakarta Periksa Puluhan Yacht di Ancol Jakut. (Dok. ist)
Baca juga: Pelaku Penyelundupan Samarkan 3 Ton Sisik Trenggiling dengan Mi dan Teripang

Terhadap yacht itu, pihaknya akan memastikan apakah pemilik sudah memenuhi izin formalitas dan kewajiban pabeanannya. Di antara jika disinyalir ada yang tidak comply dengan peraturan impor dan kepabeanan dengan modus impor sementara atau menggunakan bendera asing.

"Bagaimana dengan hasilnya nanti, sedang kami dalami lebih lanjut'" imbuhnya

Bea Cukai Jakarta berkomitmen melakukan penertiban kepabeanan dan cukai kepada stakeholders terkait. Adapun tindakan pemeriksaan serupa akan dilakukan berkelanjutan.

Pemeriksaan itu setidaknya untuk mengecek administrasi dari barang-barang impor dan ekspor, agar sesuai dengan peraturan. Selain terhadap barang-barang mewah, Bea Cukai Jakarta juga akan concern terhadap upaya menertibkan underground economy.

"Di teritorial jakarta ini, Bea Cukai Jakarta akan sisir kegiatan atau apapun yang disebut underground economy apapun bentuknya. Kita akan coba untuk mereduksi dan memerangi apa yang disebut dengan underground economy. Semoga kita nanti semangat ini bisa kemudian menjadi inspirasi di bea cukai yang lain," kata Hendri.




(idn/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Ungkap Arahan Presiden Prabowo: Kenyamanan Stasiun dan Kereta Harus Ditingkatkan
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Pemudik Antre hingga 24 Jam Menuju Pelabuhan Gilimanuk | 17 MARET 2026
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pelaku Begal Payudara di Nganjuk Babak Belur Diamuk Warga
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terjadi Ledakan Misterius di Masjid Jember saat Salat Tarawih
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Naikkan Defisit di Tengah Konflik Timteng: Ngutang Terus, Nanti Marah
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.