Jakarta, VIVA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terus memperkuat fondasi transformasi bisnisnya dengan menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja Perseroan. Hal itu dilakukan seiring dengan pemulihan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan struktur permodalan, serta inisiatif langkah perbaikan bisnis dan operasional sejalan dengan berbagai langkah strategis transformasi yang dicanangkan Garuda Indonesia Group.
Selaras dengan tantangan fundamental kinerja di tahun buku 2025, manajemen baru Garuda Indonesia yang ditunjuk Danantara di akhir kuartal IV-2025 memproyeksikan sejumlah fokus transformasi kinerja yang akan diakselerasikan di tahun kinerja 2026 ini.
Melalui penguatan struktur manajemen yang diperkuat oleh kepemimpinan baru Direktur Utama Glenny Kairupan, Wakil Direktur Utama Thomas Oentoro, serta kombinasi talenta internal Perseroan dan profesional internasional dalam jajaran Direksi.
"Garuda Indonesia memproyeksikan percepatan langkah perbaikan fundamental kinerja yang mencakup 11 inisiatif transformasi guna mendorong optimalisasi kinerja perusahaan secara lebih solid sepanjang tahun 2026, ujar Glenny dikutip dari keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.
Melalui dukungan pendanaan shareholder loan dan capital injection di tahun 2025 oleh Danantara, pada akhir tahun Perseroan berhasil mencatatkan perbaikan signifikan pada posisi ekuitas yang kembali positif sebesar US$91,9 juta per 31 Desember 2025, meningkat dari posisi tahun sebelumnya yang masih negatif US$1,35 miliar.
Dukungan Shareholder Loan (SHL) pada pertengahan 2025 serta capital injection pada akhir tahun 2025 dengan nilai keseluruhan sekitar Rp23,7 triliun, ditujukan untuk mendukung percepatan program perawatan dan reaktivasi armada, serta penyelesaian kewajiban Citilink kepada Pertamina. Dari total dukungan tersebut, 64% atau sekitar Rp15 triliun dialokasikan kepada Citilink, sementara Garuda Indonesia memperoleh total alokasi sebesar Rp8,7 triliun untuk kebutuhan perawatan armada, yang masih terus berlangsung dan terus dioptimalkan hingga akhir tahun 2026.
Dengan kondisi tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan kas dan setara kas sebesar US$943,4 juta pada akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar US$219,1 juta. Arus kas tersebut yang akan dioptimalkan untuk memaksimal fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Lebih lanjut, peningkatan ini turut mencerminkan perbaikan likuiditas perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional serta mendukung berbagai langkah transformasi bisnis yang tengah dijalankan.





