PT Astra International hampir memasuki tujuh dekade berdiri. Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, mengatakan perusahaan yang baru saja memasuki usia 69 tahun pada 20 Februari 2026 itu bertekad tetap tumbuh dan membawa dampak positif kepada bangsa.
“Selama hampir tujuh dekade, Astra senantiasa berkarya dan memberikan kontribusi bagi negeri untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa. Dalam perjalanan tersebut terdapat dua elemen yang sangat fundamental dalam membentuk Astra sejak awal hingga saat ini, yaitu filosofi Catur Dharma dan people legacy,” ujar Djony melalui keterangan tertulis, Selasa (17/3)..
Djony mengungkapkan perjalanan Astra selama hampir tujuh dekade dibangun di atas suatu filosofi yang kuat. Menurutnya, Astra ingin menjadi pohon rindang atau menjadi sebuah perusahaan yang tidak hanya tumbuh kuat, tetapi juga mampu menaungi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Djony menegaskan berlandaskan nilai-nilai Catur Dharma, yang diwariskan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya, filosofi tersebut kemudian menjadi bagian dari cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa, yang hingga hari ini tetap menjadi arah perjalanan perusahaan.
"Catur Dharma bukan sekadar prinsip yang tertulis, tetapi nilai yang dihidupi dalam setiap keputusan, setiap kerja sama, dan setiap langkah perusahaan. Nilai inilah yang menjadi kompas bagi seluruh Insan Astra dalam menjalankan perannya serta memastikan Astra tetap memiliki arah yang jelas dalam menghadapi berbagai dinamika zaman," terang Djony.
"Catur Dharma menjadi dasar dalam menentukan arah strategi perusahaan yang diwujudkan melalui 3P Roadmap, yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution sebagai kerangka yang menyeimbangkan kinerja dan keberlanjutan, serta memperkuat resiliensi perusahaan untuk menyelaraskan kebutuhan masa kini dan masa depan," tambahnya.
Di samping itu, kata Djony, Astra juga meyakini bahwa perusahaan tidak hanya dibangun oleh sistem atau strategi, tetapi oleh orang-orang yang menjalankannya. untuk itu, people legacy menjadi elemen penting yang menjaga kesinambungan Astra dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Djony menekankan people menjadi kekuatan Grup Astra. Ia memastikan pihaknya akan terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru yang disiapkan menjadi pemimpin-pemimpin baru yang memiliki kemampuan baik dan juga hati yang baik, karakter yang baik, serta loyal terhadap organisasi.
"Astra mengakselerasi program pengembangan individu, rotasi lintas bisnis, hingga penugasan pada tanggung jawab yang semakin besar dengan tujuan agar calon-calon eksekutif dan pimpinan di Grup Astra mendapatkan exposure yang beragam dalam rangka mengasah kemampuan kepemimpinan mereka. Hal ini perlu kita lakukan secara konsisten untuk menyaring dan mendapatkan talenta-talenta yang baik yang akan membawa Grup Astra ke arah yang semakin baik," ujar Djony.
Djony mengatakan model bisnis dan teknologi, serta produk akan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman, evolusi tatanan bisnis, kompetisi, dan perubahan perilaku konsumen.
"Manusia yang memiliki karakter yang baik dan ditempa dengan nilai-nilai yang baik yang akan menjadi penentu keberhasilan organisasi dan korporasi," kata Djony.
Sempat Terdampak Pandemi COVID-19Djony lalu berbicara mengenai tantangan dan perkembangan yang dihadapi Astra. Pada tahun anak usaha Astra terdiri dari 236, dan saat ini berkembang menjadi 321 anak perusahaan yang didukung lebih dari 190.000 karyawan yang berada di tujuh lini bisnis, yaitu Otomotif & Mobilitas, Jasa Keuangan, Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, Agribisnis, Infrastruktur, Teknologi Informasi dan Properti.
Selama enam tahun terakhir, Astra telah melalui berbagai dinamika, perubahan dan tantangan global dan domestik. Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 secara signifikan mendisrupsi perekonomian global maupun domestik dan mengubah lanskap bisnis secara keseluruhan.
"Dalam periode tersebut, hampir seluruh unit bisnis Grup Astra mengalami penurunan, ditambah dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan kami," ungkap Djony.
Pada tahun-tahun berikutnya, kondisi eksternal dan internal terus menguji ketahanan Grup. Fluktuasi harga komoditas, melemahnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya persaingan, khususnya dari pelaku industri sektor otomotif dan alat berat, telah mengubah dinamika pasar di bisnis kami.
"Dalam menghadapi berbagai dinamika, perubahan dan tantangan tersebut, Astra terus menunjukkan ketangguhan. Merek Astra tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia," ujar Djony.
Menurutnya, kemampuan Grup untuk bertahan dan berkembang didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi secara terukur, pengalaman operasional puluhan tahun, komitmen yang konsisten dalam menjaga kualitas produk dan layanan, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Grup yang luas, termasuk kolaborasi yang solid dengan para partner Astra.
Djony menjelaskan semua itu dilandasi dengan penerapan filosofi perusahaan yaitu Catur Dharma secara konsisten dan dilaksanakan dengan etos kerja hands-on yang fokus pada kecermatan analisa, perencanaan yang tepat dan eksekusi yang baik.
Grup juga telah berekspansi ke area-area yang berdekatan dengan bisnis yang ada, seperti meningkatkan investasi di segmen mobil bekas dan memperluas produk pembiayaan yang ditawarkan seperti pembiayaan multiguna, dan perbankan digital.
Grup juga mengejar peluang pertumbuhan baru melalui investasi yang selektif di berbagai sektor, seperti layanan kesehatan dan mineral bukan batubara. Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan komitmen Astra dalam menyeimbangkan kinerja jangka pendek dengan transformasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, capaian kinerja Astra memperkuat keyakinan bahwa diversifikasi yang terkelola dengan baik di berbagai sektor dengan sensitivitas ekonomi yang beragam, mampu meningkatkan stabilitas laba di berbagai siklus ekonomi. Kinerja Grup yang tetap solid mencerminkan ketangguhan portofolio usaha.
"Seluruh portofolio yang dimiliki Astra, sangatlah penting untuk dijaga dan di-nurture bersama supaya tetap memberikan hasil yang baik dan optimal melalui berbagai inisiatif yang bisa kita lakukan dengan segala kekuatan organisasi yang ada. Hasil yang kita peroleh dari seluruh portfolio tersebut akan menjadi modal bagi Grup Astra untuk berkembang lebih jauh," tutur Djony.





