JAKARTA, KOMPAS.com - Palang perlintasan kereta api di Jalan Administrasi, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat rusak akibat ditabrak sepeda motor.
Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (17/3/2026), perlintasan kereta api sebidang di depan Rusun Petamburan itu berada di sebuah jalan sempit perkampungan.
Terlihat dua buah palang terpasang di masing-masing sisi jalan, baik yang menuju ke arah Tanah Abang maupun Karet.
Baca juga: Pramono Minta Warga Pilah Sampah dari Rumah: Mau Tak Mau, Suka Tidak Suka
Namun, palang yang berada di sisi jalan yang mengarah ke Tanah Abang mengalami kerusakan berupa penyok di bagian depannya.
Akibat kerusakan tersebut, tiang palang otomatis itu tampak tertekuk ke atas dan tidak bisa diturunkan secara sempurna untuk menutup jalan.
Palang itu pun disandarkan ke kabel utilitas yang berada di atasnya.
Meskipun telah dilengkapi rambu peringatan silang dan lampu merah, ketiadaan palang yang melintang membuat para pengendara motor terlihat menumpuk dan menunggu di jarak yang cukup dekat dengan rel saat rangkaian KRL Commuter Line melintas.
Terlihat adanya dua orang penjaga perlintasan di tengah rel yang mengatur arus kendaraan saat ada kereta yang lewat.
Syukron (42) salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa palang pintu otomatis tersebut baru dipasang oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT KAI pada Februari 2026.
"Iya ini emang baru dipasang. Jadi sebelumnya itu kan di perlintasan sini enggak ada palangnya. Ada, ada tetapi palang manual. Jadi pakai kayu gitu, pakai kayu digeret sama yang jagain perlintasan ini," ungkap Syukron saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.
Baca juga: Jakarta Tak Seindah yang Dibayangkan, Pramono: Pendatang Harus Punya Kemampuan
Syukron menjelaskan bahwa sebelum adanya palang otomatis, penjagaan murni dilakukan secara manual oleh warga sekitar yang menarik palang kayu saat kereta lewat sambil meminta sumbangan sukarela.
Palang otomatis ini pun baru dipasang dan beroperasi selama kurang lebih satu bulan, sejak menjelang bulan puasa tahun ini.
Sejak awal pemasangan, warga sebenarnya sudah meragukan ketahanan palang pintu tersebut karena material dan ukurannya yang tergolong kecil.
"Cuma kita awalnya bingung juga, ini tuh palang kuat apa enggak nih karena palangnya bukan kayak palang kereta yang biasanya gede gitu lho, yang otomatisnya. Tetapi ini kayak palang kompleks perumahan gitu tahu enggak. Jadi kecil dia," ucapnya.
Keraguan warga pun terbukti. Pada pekan lalu, palang tersebut tiba-tiba ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak bisa menutup jalan.
Baca juga: Dosen Unpam Bantah Lecehkan Penumpang KRL, Kuasa Hukum: Kereta Lagi Penuh




