Pantau - TNI, Polri, dan Basarnas melakukan pemantauan arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Selasa, 17 Maret 2026, guna mengawasi antrean panjang kendaraan di pintu utama penyeberangan Bali–Jawa.
Pemantauan dilakukan langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menggunakan helikopter untuk melihat kondisi lalu lintas secara menyeluruh.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa di tengah lonjakan arus mudik.
Antrean Kendaraan Mengular Puluhan KilometerHasil pemantauan udara menunjukkan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih cukup panjang akibat tingginya mobilitas masyarakat.
Antrean kendaraan bahkan mencapai puluhan kilometer dengan dominasi truk logistik, bus penumpang, dan kendaraan pribadi yang menunggu giliran masuk ke kawasan pelabuhan.
Kepadatan terjadi karena lonjakan kendaraan belum sepenuhnya diimbangi dengan jumlah armada kapal penyeberangan serta keterbatasan kapasitas pelayanan pelabuhan.
Upaya Penguraian Kepadatan Jelang NyepiKabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy menyatakan bahwa langkah pemantauan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan tetap optimal selama operasi berlangsung dengan melihat kondisi riil di lapangan.
"Pematauan udara dilakukan untuk melihat kondisi riil arus mudik di lapangan," ungkapnya.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan segera berkoordinasi untuk menyiapkan langkah strategis guna mengurai kepadatan sebelum perayaan Nyepi.
Upaya tersebut dilakukan agar pelayanan penyeberangan menjadi lebih optimal sekaligus memastikan masyarakat tetap aman dan nyaman selama perjalanan.




