Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Besok

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KARAWANG, KOMPAS — Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu (18/3/2026). Saat ini, sekitar 28 persen dari total proyeksi 3,5 juta pemudik sudah meninggalkan Jakarta dengan melintasi tol arah Trans-Jawa ke arah Jawa Barat dan Sumatera melalui Cikupa, Banten.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengatakan, Korlantas Polri, khususnya Polda Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan akan membuat skenario prediksi dari puncak arus mudik yang kemungkinan terjadi pada Rabu.

“Jadi, tanggal 18 itu nanti antara jam 10.00 sampai jam 12.00 akan kita berlakukan one way (satu arah) nasional arus mudik,” kata Agus di Pos Terpadu Kilometer 57 Polda Jawa Barat ruas Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jabar, Selasa (17/3).

Menurut Agus, kebijakan work from anywhere akan membuat arus lalu lintas menjadi terurai. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengelola aliran arus lalu lintas, baik di tol maupun arteri.

Ia kembali menegaskan, Operasi Ketupat mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran mudik. Karena itu, Polri hadir di lapangan bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi memastikan keselamatan perjalanan pemudik.

“Hari ini saya laporkan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun 23,5 persen. Kemarin saya senang dapat paparan dari Pak Dirlantas, di Jawa Barat kemarin itu turun 90 persen,” jelasnya.

Agus menambahkan, kecelakaan di Gilimanuk, Bali sudah tertangani. Begitu juga dengan kecelakaan yang ada di Palembang-Jambi sudah dievakuasi. “Setelah kecelakaan dievakuasi ada yang as truk patah. Jadi, ini yang menimbulkan perlambatan di Jambi,” kata Agus.

Peningkatan volume lalu lintas terjadi di ruas tol Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Begitu juga dengan ruas tol di Jawa Barat jelang Lebaran mulai meningkat.

Melalui keterangan tertulis, Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati menyampaikan, volume lalu lintas dari Jabodetabek menuju Merak dan Puncak Bogor melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa dan GT Ciawi 1 sebanyak 83.510 kendaraan atau naik sebanyak 7,82 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 77.455 kendaraan.

Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, volume lalu lintas menuju Bandung atau Rancaekek sekitarnya sebanyak 70.386 kendaraan melintas atau naik sebesar 9,58 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal, yaitu 64.235 kendaraan. Adapun volume lalu lintas meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta sebanyak 60.332 kendaraan melintas atau naik sebesar 6,35 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal, yaitu 56.732 kendaraan. Lalu lintas terdistribusi melalui GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi dan GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi.

“Jasa Marga memprediksi peningkatan volume lalu lintas masih akan terjadi pada puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026,” kata Widiyatmiko.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan hanya menggunakan satu kartu elektronik yang sama untuk pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi serta Jalan Tol JORR II. Kartu elektronik yang sama juga digunakan untuk bertransaksi di gerbang tol masuk dan keluar.

Pelabuhan Merak sepi

Sepinya Pelabuhan Merak, Banten, disampaikan Humas ASDP Indonesia Ferry, Ellen Piri. Ia melihat kondisi Pelabuhan Merak hampir sama dengan saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Ada beberapa pelabuhan alternatif, jadi lalu lintas kendaraan terbagi. Dan, juga antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini turun,” kata Ellen.

Baca JugaLebaran, Saat Bengkel Mobil Menuai Cuan

Saat dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo juga menyampaikan sepinya Pelabuhan Merak. Ia menyoroti kondisi yang tidak lazim pada periode puncak arus mudik di Pelabuhan Merak sebagai pelabuhan utama penyeberangan nasional.

“Kondisi ini terjadi bukan karena berkurangnya jumlah pemudik, melainkan akibat pemberlakuan kebijakan pengaturan arus melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang cenderung kaku dan tidak adaptif terhadap dinamika di lapangan,” jelas Khoiri.

Sebagai pelabuhan utama yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, Merak memiliki tujuh pasang dermaga aktif dan sekitar 71 kapal ferry Ro-Ro berukuran besar. Selain itu, pelabuhan ini berkapasitas besar untuk melayani lonjakan kendaraan.

Akan tetapi, akibat SKB, Pelabuhan Merak dibatasi hanya melayani kendaraan penumpang. Kendaraan roda dua dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten dan seluruh kendaraan logistik atau truk diarahkan ke Pelabuhan Bojonegara, Serang, Banten.

Baca JugaDaya Beli Jelang Lebaran Turun, Masyarakat Lebih Selektif dalam Berbelanja

Menurut Khoiri, pengaturan tersebut menimbulkan ketidakseimbangan di lapangan. Pelabuhan Merak kekurangan muatan, sedangkan Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara justru mengalami penumpukan dan kemacetan. Distribusi arus kendaraan menjadi tidak merata sehingga kapasitas nasional tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Pelabuhan utama kosong, sementara pelabuhan penunjang dibebani berlebih,” tegasnya.

Khoiri mengatakan, kondisi ini berdampak langsung pada pemudik dengan kendaraan roda dua yang harus menempuh jarak lebih jauh ke Ciwandan dengan fasilitas yang belum seoptimal pelabuhan utama. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko keselamatan.

Gapasdap berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan SKB agar lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan. Selain itu, penerapan fleksibilitas operasional, termasuk pemberian diskresi kepada otoritas pelabuhan untuk mengatur arus secara nyata.

Baca JugaMudik Lebaran 2026, Tol IKN Dibuka Fungsional dan Digratiskan

“Optimalisasi Pelabuhan Merak sebagai backbone nasional sehingga kapasitas dermaga dan kapal dapat dimanfaatkan maksimal,” kata Khoiri.

Ia juga meminta distribusi arus kendaraan yang lebih seimbang dengan mengalihkan kepadatan dari pelabuhan penunjang ke pelabuhan utama. Selain itu, peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa, khususnya pemudik roda dua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Way Diberlakukan, Arus Mudik di Tol Cipali Mulai Meningkat 27 Persen
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Jerman Cs Tolak Kirim Kapal Perang ke Hormuz: Ini Bukan Perang Kami!
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kagum Lihat Perjuangan Aurelie Moeremans, Tyler Bigenho Tulis Ucapan Manis
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
[Foto] Pemberangkatan Mudik Gratis Lebaran 2026 Bersama BUMN
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jembatan Cirahong Jadi Jalur Alternatif Pemudik Ciamis-Tasikmalaya
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.