Mensesneg: Presiden Minta Evaluasi Desain dan Postur Kepegawaian

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian nasional.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo usai rapat lintas kementerian di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

"Ini adalah rapat tindak lanjut dari beberapa hari yang lalu apa namanya kami juga melaksanakan rapat lintas kementerian untuk sesuai dengan petunjuk dari Bapak Presiden kita semua diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian kita. Dan paralel untuk kami semua diminta melakukan telaah, melakukan exercise dalam rangka ke depan melakukan pengawakan-pengawakan untuk menjalankan program-program prioritas dari Bapak Presiden," kata Prasetyo.

Ia menyebut rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara dari berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga statistik dan kepegawaian.

"Jadi pagi hari ini sangat lengkap, menteri yang hadir. Hanya Pak Menhan mohon izin karena sedang ada dinas luar. Jadi rapat hari ini dihadiri Pak Mendagri, kemudian Menteri Dikti-Sainstek yang bertanggung jawab terhadap talent pool nasional kita. Kemudian juga hadir Menteri KKP, ada program-program prioritas di Kementerian Kelautan yang di bawah koordinasi beliau. Kemudian hadir Wamen Koperasi mewakili Menteri Koperasi, kemudian hadir juga Dirut Agrinas, kemudian hadir Kepala dan Wakil Kepala BPS, kemudian hadir Kepala BKN, Prof. Zudan," ucapnya.

Selain itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga dilibatkan karena memiliki kewenangan utama dalam urusan kepegawaian.

"Kemudian juga hadir Ibu Menpan-RB. Kalau sudah berkenaan dengan masalah kepegawaian maka menjadi domain Ibu Menteri PAN-RB," kata dia.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga meminta penataan ulang kebutuhan tenaga pendidik secara nasional, termasuk distribusi dan bidang keahlian yang diperlukan.

"Kemudian juga hadir Mendikti sudah, Mendikdasmen, Prof. Mu'ti, terima kasih. Nah beliau juga kita minta mendesain ulang, meng-exercise ulang berapa kebutuhan tenaga pendidik, komposisinya, distribusinya, kemudian bidang atau mata pelajaran yang harus kita, kita apa, hasilkan," imbuh Prasetyo.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam evaluasi ini, khususnya terkait kekurangan tenaga medis di berbagai daerah, terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Oh mohon maaf, ketinggalan satu, Menteri Kesehatan. Nah Menteri Kesehatan ini juga kami minta, kita minta untuk melakukan pendataan terhadap kebutuhan tenaga-tenaga kesehatan kita, terutama di daerah-daerah 3T," terang dia.

Prasetyo mengungkapkan masih terdapat ribuan fasilitas kesehatan yang belum memiliki tenaga medis memadai.

"Tadi beliau melaporkan bahwa dari sekian 10.000 kurang lebih puskesmas, masih ada kurang lebih 4.000 yang di situ belum memiliki tenaga medis, dokter, maupun terutama dokter gigi juga sangat kurang, Pak Menteri ya," tandas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Berangkatkan Lebih dari 4.000 Pemudik ke Kampung Halaman
• 4 jam laludetik.com
thumb
Rapat Tertutup di Kemhan, Menteri Bahas Program Strategis Presiden yang Harus Segera Dieksekusi
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Bedah Editorial MI - Korupsi Tak Kunjung Henti
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
HUT ke-27 Kabupaten Toba Gelar Lomba Perahu Tradisional Solu Bolon
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo: Ada Surat Perintah 11 Maret 2026!
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.