Pada Selasa (17/3) pagi, halaman Pemda Karawang sudah ramai dikerumuni warga. Deretan bus terparkir rapi, sementara ratusan calon pemudik datang silih berganti, membawa tas, kardus, dan harapan untuk pulang.
Di tengah keramaian, Mu’in (42) tampak semringah. Bersama istri dan dua anaknya, ia datang sejak subuh demi memastikan keluarganya tak ketinggalan bus.
"Berangkat abis subuhan dari rumah," katanya kepada kumparan.
Mu'in merupakan pemudik asal Serang, Banten. Dia menetap di Karawang setelah menikah pada tahun 2012.
Di Karawang, Mu'in dan istri berjualan gorengan dan menerima pesanan snack box secara online dari rumah untuk menghidupi dua anaknya.
"Kayak bikin risol, snack box kayak gitu. Jualan online sama istri," jelas Mu'in.
Mu'in ikut mudik gratis tujuan Surabaya—kampung halaman istrinya. Ia antusias menantikan momen ini.
Sebab untuk pulang ke Surabaya memakai bus, kata dia, tiketnya mencapai Rp 900 ribu per orang. Jika dikali empat orang, biayanya mencapai hampir Rp 4 juta.
Ia bahkan sempat membeli tiket kereta sebelumnya untuk menghemat ongkos. Namun rencana itu dibatalkan setelah mengetahui program mudik gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.
"Alhamdulillah baru pertama kali ikut mudik gratis. Kalau dihitung, bisa hemat banyak, sangat membantu,” ujarnya.
Di sampingnya, sang istri, Dian Yunita (33), terlihat sibuk menjaga anak-anak. Sesekali ia melepas senyum, menantikan momen pelepasan menuju kampung halaman.
“Alhamdulillah senang, sangat membantu,” ucapnya.
Siapkan 23 Armada BusBupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 23 armada bus disiapkan untuk mengangkut sekitar 1.197 pemudik ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
“Semua armada sudah kita pastikan aman dan layak jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi upaya menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Antusiasme masyarakat pun tinggi. Beberapa rute favorit seperti Yogyakarta, Solo, dan Surabaya bahkan habis hanya dalam waktu dua jam setelah pendaftaran dibuka.
“Ini menunjukkan minat masyarakat sangat besar. Ke depan, kami akan evaluasi agar bisa menambah kuota,” ujarnya.





