Jaga Demokrasi, Idrus Marham Ingatkan Kritik Harus Didasari Etika

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengingatkan pentingnya menjaga etika dan nilai dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Menurut Idrus, kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun kritik harus disampaikan secara jujur, rasional, dan tidak didorong kepentingan tertentu yang dapat merusak kualitas demokrasi.

Baca Juga :
Tak Perlu Panik! Pertamina Minta Warga Jangan Boros Beli BBM Jelang Lebaran
Pegang Data Intelijen, Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Suka Pemerintah

“Sekarang ini banyak orang yang berjuang atas nama keadilan tetapi dilakukan secara tidak adil. Berjuang demokrasi tetapi dengan cara yang tidak demokratis. Mengusung nilai tetapi dengan cara yang tidak bernilai,” kata Idrus dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.

Idrus menilai sikap kritis dalam proses demokratisasi tetap harus berlandaskan komitmen kebangsaan untuk kemajuan Indonesia. Kritik, menurut dia, harus taat asas dan dipandu oleh ideologi negara serta aturan hukum yang berlaku.

“Sikap kritis dalam proses demokratisasi sejatinya dijalankan atas dasar komitmen kebangsaan untuk kemajuan Indonesia, taat asas, dipandu oleh ideologi dan falsafah Pancasila serta aturan perundang-undangan, juga rasional, objektif, logis, dan faktual,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan di balik aliran dana yang diberikan kepada pihak tertentu dalam ruang diskursus publik.

“Kalau ada dana diberikan kepada seseorang tentu tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti ada komitmen di balik itu. Ini patut dicurigai ada kepentingan tertentu,” kata Idrus.

Meski demikian, Idrus menilai pemerintah tidak perlu bersikap represif terhadap kritik. Yang dibutuhkan adalah kesadaran bersama bahwa Indonesia merupakan rumah besar yang harus dijaga seluruh elemen bangsa.

“Pemerintah tidak perlu represif. Yang penting mengajak semua pihak menyadari bahwa Indonesia ini rumah besar kita bersama yang harus kita rawat,” katanya.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Alauddin Makassar, Idrus juga mengingatkan agar perdebatan politik tidak dilandasi kebencian terhadap individu tertentu.

“Jangan karena kebencian kepada seseorang lalu membuat kita menjadi tidak adil dalam menilai,” ujarnya.

Di sisi lain, Idrus juga menilai komunikasi politik pemerintah kepada publik masih perlu diperkuat. Menurut dia, narasi yang dibangun oleh para pembantu presiden, khususnya juru bicara presiden, dalam menjelaskan program-program pemerintah belum sepenuhnya maksimal.

Baca Juga :
Ikut Arahan Bahlil, Elemen Pemuda Golkar Diminta Turun ke Rakyat Kawal Program Prabowo
Anggota DPR: Dampak Konflik Global Dorong Langkah Antisipasi untuk Industri Nasional
Rupiah Melemah usai Sorotan soal Lesunya Kinerja Pajak & Fiskal Pemerintah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelajahi Hidden Gems Bangkok, Temukan Sisi Kota yang Autentik
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Xiaomi Rilis Redmi 15 di Indonesia, Andalkan Baterai 7.000 mAh dan Layar 144Hz
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AFC Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jelang Libur Nyepi dan Idulfitri, Okupansi Penumpang KAI Daop 9 Jember Meningkat
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil Ungkap 2 Gunung di RI Berstatus Siaga atau Level 3
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.