Ngaji Bareng Kemenag di Al-Karimiyah, Wali Kota Depok: Tidak Akan Pernah Menyesal Menjadi Santri!

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, DISWAY.ID-- Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok, Senin (16/3). Di bawah payung kegiatan bertajuk "Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri", Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Pemerintah Kota Depok duduk melingkar bersama ribuan santri untuk memperkuat komitmen pembinaan moral generasi muda.

Mengusung tema besar "Pesantren: Dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia”, acara ini menjadi panggung pengakuan bagi pesantren sebagai jangkar moral bangsa.

Wali Kota Depok, Supian Suri, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan testimoni emosional mengenai masa lalunya sebagai santri.

BACA JUGA:Ramadan-Idulfitri Dongkrak Konsumsi, BPJPH Ajak Pengusaha Hadirkan Produk Halal Berkualitas

“Pondok pesantren punya peran raksasa dalam menjaga akhlak generasi muda. Saya bangga pernah menjadi santri, dan saya selalu katakan kepada anak-anak kita, tidak akan pernah menyesal menjadi santri,” tegas Supian Suri yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Senada dengan Wali Kota, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, memberikan pernyataan menukik terkait eksistensi pesantren.

Ia menyebut pesantren adalah produk genuine atau asli dari rahim pendidikan Indonesia yang telah ada jauh sebelum sistem pendidikan modern masuk.

“Jika pesantren tidak mendapat perhatian pemerintah, maka itu sama saja dengan melawan sejarah,” cetus Suyitno. Ia menambahkan bahwa keunggulan pesantren terletak pada sistem asrama yang memungkinkan pembinaan akhlak berlangsung selama 24 jam penuh, sebuah keunggulan yang sulit ditemukan di lembaga pendidikan umum.

Kisah inspiratif juga datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah, KH Ahmad Damanhuri. Ia menceritakan bagaimana lembaga yang dipimpinnya merangkak dari kondisi yang sangat memprihatinkan.

BACA JUGA:Kelola Sampah di Jakarta, Pramono Ajak Warga Pilah Limbah Jadi 4 Kategori

“Dulu kegiatan santri hanya dilakukan di emperan masjid. Sangat sederhana. Namun dengan niat memberi manfaat bagi umat, alhamdulillah Al-Karimiyah kini sudah terintegrasi dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi,” kenang KH Ahmad Damanhuri.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa "Takjil Pesantren" adalah program strategis Kemenag untuk turun langsung ke lapangan dan menyapa para santri di berbagai daerah. Program ini diharapkan menjadi jembatan dialog yang efektif antara pembuat kebijakan dan komunitas pesantren.

“Kami ingin memperkuat silaturahmi. Kami dorong program pembinaan agar pesantren semakin kuat dalam mencetak generasi yang berilmu dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” jelas Basnang.

Melalui kolaborasi pusat dan daerah ini, pesantren di Kota Depok diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi inkubator calon pemimpin masa depan yang memiliki ketangguhan spiritual dan intelektual demi perdamaian dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelni Denpasar berangkatkan 946 pemudik tujuan NTB pada H-4 Idul Fitri
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Langkah Menjaga Kesehatan dan Keuangan Keluarga Usai Lebaran
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemerintah Rencanakan Pembangunan Rusun Rp48 Miliar di Denpasar untuk MBR dan Seniman Bali
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Sudah Cek Status Bansos PKH/BPNT Maret 2026? Pencairan Capai 90 Persen, Ini Data yang Dibutuhkan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Hanya 2 Lapangan Padel di Jakarta yang Miliki Sertifikat Laik Fungsi
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.