Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan pembangunan jembatan ini merupakan wujud Polri penjaga peradaban.
Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan jembatan ini merupakan implementasi dari arahan dan perintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar pembangunan hadir sampai ke daerah-daerah.
"Ini adalah amanah yang sangat mulia, amanah yang menegaskan bahwa Polri hadir langsung sebagai penjaga peradaban," kata Irjen Herry Heryawan di lokasi, Selasa (17/3/2026).
Hadir pula dalam agenda ini Wamenhut, Rohmat Marzuki dan jajaran. Hadir pula Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Forkopimda Riau di antaranya, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Hadir pula tokoh agama hingga tokoh masyarakat Riau.
Kapolri didampingi PJU Mabes Polri dalam agenda ini, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.
Kapolda menyampaikan pembangunan jembatan merupakan pekerjaan besar dalam membangun peradaban yang sejalan dengan tema 'Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan'. Sebagaimana diketahui, peradaban Melayu dimulai dari sungai-sungai yang ada di Bumi Lancang Kuning, seperti Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Indragiri dan Sungai Kampar.
"Dan Sungai Kampar yang tepat berada di belakang kita saat ini, peradaban selalu tumbuh dari keterhubungan dan kolektivitas. Tidak ada peradaban yang besar lahir dari keterasingan. Peradaban tumbuh ketika manusia saling terhubung, saling belajar, saling berinteraksi, saling menguatkan, dan saling membangun," jelas lulusan Akpol 96 ini.
Kapolda menjelaskan bahwa proyek ini adalah bentuk konkret dari semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai motor pengabdian masyarakat.
"Jadi, Presisi merupakan visi Bapak Kapolri yang menekankan etika pengabdian. Presisi adalah cara kita memastikan bahwa setiap langkah Polri selalu bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
Jenderal bintang dua ini menambahkan, melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, Polda Riau belajar banyak hal dari sosok kepemimpinan Kapolri.
"Bahwa pemimpin yang besar bukan hanya mendengar perintah negara, tetapi mampu menerjemahkannya sebagai touch point yang sangat berarti di kehidupan dan hati masyarakat," imbuhnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan wujud nyata kolaborasi Polri dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini sulit akses transportasinya. Diharapkan keberadaan jembatan-jembatan ini dapat memangkas jarak tempuh dan memperlancar distribusi logistik yang meningkatkan perekonomian masyarakat.
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar merupakan salah satu dari 27 proyek jembatan yang dibangun Polda Riau dalam kurun waktu selama kurang dari satu bulan ini. Jembatan yang terbuat dari beton ini memiliki dimensi panjang 27,5 meter dan lebar 4 meter.
Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang memperlancar konektivitas antardesa serta mendongkrak roda perekonomian masyarakat lokal. Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi akses anak-anak untuk menuju ke sekolahnya.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat menyambut antusias peresmian ini. Bagi mereka, setiap jengkal aspal di jembatan ini adalah langkah pasti menuju masa depan anak-anak Kampar yang lebih cerah.
(mea/dhn)




