BRI Finance Catat Jabodetabek Kuasai 30,23% Pembiayaan Mobil Baru 2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) sejauh ini mencatat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi wilayah dengan penyaluran pembiayaan mobil terbesar.

Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan mengatakan penyaluran pembiayaan mobil baru di wilayah tersebut berkontribusi sekitar 30,23% dari total penyaluran pada 2026.

Menurutnya, tingginya penyaluran di wilayah itu didukung oleh aktivitas ekonomi yang relatif lebih tinggi, tingkat kebutuhan mobilitas masyarakat yang besar, serta tingginya permintaan kendaraan di kawasan perkotaan.

“Selain itu, ketersediaan jaringan dealer dan mitra yang cukup luas di wilayah Jabodetabek juga turut mendorong pertumbuhan pembiayaan mobil baru di area tersebut,” katanya kepada Bisnis, Senin (16/3/2026).

Baca Juga : BRI Finance Ramal Momentum Lebaran Kerek Pembiayaan Kendaraan Bekas

Wahyudi menambahkan, penyaluran pembiayaan baru masih menunjukkan tren yang positif. Dari sisi komposisi portofolio, pembiayaan mobil baru masih menjadi salah satu kontributor terbesar, dengan porsi sekitar 38,53% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.

“Adapun, per Februari 2026 penyaluran pembiayaan mobil baru sebesar 393,03% [year on year/YoY],” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan untuk mendorong penyaluran pembiayaan pada kuartal I/2026, perusahaan fokus pada penguatan kerja sama dengan dealer dan mitra strategis, serta mengoptimalkan berbagai kanal marketing yang dimiliki perusahaan.

Selain itu, imbuhnya, BRI Finance juga terus meningkatkan kualitas layanan dan proses pembiayaan agar lebih efisien dan mudah diakses oleh konsumen. Adapun, pada 2026 ini perusahaan memperkirakan pembiayaan mobil baru masih menjadi andalan dan kontributor terbesar di antara segmen lainnya.

“Segmen ini dinilai memiliki potensi yang cukup baik seiring dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi serta dukungan dari berbagai program penjualan di industri otomotif,” tegasnya.

Kendati demikian, kata Wahyudi, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan selektivitas dalam penyaluran pembiayaan guna menjaga kualitas portofolio secara berkelanjutan.

Selain itu, perusahaannya juga tetap mencermati tantangan yang ada seperti dinamika kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, serta persaingan di industri yang cukup kompetitif.

Lebih jauh, Wahyudi membeberkan hingga saat ini, tren kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) masih berada dalam level yang terkendali dan sesuai dengan target yang telah diterapkan perusahaan.

“Untuk menjaga agar NPF tetap berada di bawah 5%, perusahaan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan pembiayaan, hingga pemantauan kualitas portofolio secara berkala,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Hanya akan Tutup Selat Hormuz untuk AS-Israel dan Sekutunya, Araghchi: Hanya bagi Musuh Kami
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Lebaran, Sentra Kemensos Beri Potong Rambut Gratis Korban Bencana Brebes
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jenderal Ahli Perang Hutan Tagor Rio Pasaribu Dimutasi Jadi Aster Kaskogabwilhan II
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Peduli Guru Honorer, Wabup Gowa Salurkan Bantuan Sembako Lewat Kolaborasi PGRI–Baznas
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Warga di Gayo Lues bangun rumah dari material sisa bencana
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.