Korlantas Polri resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way secara situasional (sepenggal) mulai sore ini, Selasa (17/3).
Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju arah Tol Trans Jawa.
"Saya Kakorlantas Polri melaporkan kondisi arus lalu lintas, khususnya di jalan tol menuju Trans Jawa, ada peningkatan yang cukup lumayan. Oleh sebab itu hasil analisa dan koordinasi dengan stakeholder, Pak Menteri dan Dirut Jasa Marga, kami akan melakukan sosialisasi one way sepenggal tahap pertama di wilayah one way nasional, yaitu dari kilometer 70 sampai kilometer 263," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, kepada wartawan.
Sebelum skema one way resmi dibuka pada pukul 15.00 WIB, petugas di lapangan saat ini tengah melakukan proses pembersihan jalur (clearing) agar tidak ada kendaraan dari arah berlawanan yang terjebak.
"Maka dari itu saat ini kami sedang melakukan sosialisasi, setelah itu nanti kami akan lakukan pengecekan penggal-penggal ruas tol, termasuk juga di rest area setelah di-clearance, sehingga pada jam 15.00 akan kami lakukan one way dari kilometer 70 sampai dengan 263," lanjutnya.
Penerapan one way sepenggal ini merupakan bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas tahap pertama untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial Tol Jakarta-Cikampek hingga wilayah Jawa Tengah.
"One way sepenggal tahap pertama wilayah one way nasional. Semoga dengan langkah manajemen rekayasa ini tentunya pemudik akan lebih cepat, lebih lancar untuk menuju ke Trans Jawa. Terima kasih," tutup Agus.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama perjalanan mudik.





