Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi melepas peserta Mudik Bersama Holding BUMN Danareksa 2026 pada Selasa (17/3). Dalam kesempatan itu, Gibran memberikan pesan langsung kepada para pemudik agar menjaga keselamatan selama perjalanan, terutama menjelang puncak arus mudik.
“Saya titip salam untuk keluarga di kampung ya. Terima kasih. Semoga dilancarkan semua. Minal aidin wal faidzin,” ujar Gibran dalam Pelepasan Mudik Danareksa, Selasa (17/3).
Putra mantan Presiden Jokowi itu menyampaikan kemungkinan puncak arus mudik akan terjadi mulai 17-19 Maret 2026. Untuk itu, ia meminta para pemudik agar hati-hati dan menjaga kondisi.
"Pokoknya hati-hati di jalan, jaga kondisi badan.Yang bawa anak-anak hati-hati, pastikan sudah makan dulu sebelum berangkat. Kalau kecapekan istirahat di rest area," kata Gibran.
Sementara itu, Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi, menyampaikan program ini merupakan bentuk komitmen BUMN dalam memfasilitasi masyarakat untuk mudik dengan aman dan terjangkau.
“Ini yang tadi kita lepas itu ada 1.900 orang dengan bus, dan ini memang menjadi salah satu wujud BUMN atau Danareksa untuk ikut serta menyelenggarakan mudik bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas peserta berasal dari masyarakat umum. “Setahu saya semua, sebagian kecil, 10 persen yang kita (karyawan), 90 persen kita buka untuk masyarakat,” kata Yadi.
Total peserta Mudik Bersama Holding BUMN Danareksa tahun ini mencapai 1.900 orang dengan dukungan 39 armada bus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 bus diberangkatkan dari Jakarta menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, sementara sisanya berangkat dari kota lain seperti Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
Program ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan sejak 2023 dan terus mengalami peningkatan jumlah peserta. Pemerintah bersama BUMN berharap program ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus mempererat kebersamaan saat Hari Raya.
Cerita Pemudik Terbantu Mudik Gratis, Hemat Jutaan Rupiah
Salah satu peserta mudik, Surejo (40), mengaku sangat terbantu dengan adanya program mudik gratis ini. Pekerja sebagai tukang bangunan yang menetap di Cikarang itu mengatakan, biaya pulang kampung ke Solo biasanya cukup besar jika harus ditanggung sendiri.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur banget kita bisa terbantu dengan adanya mudik bareng ini. Mudah-mudahan ke depan juga terus ada,” ujar Surejo.
Ia memperkirakan, jika harus membayar tiket sendiri untuk lima orang anggota keluarganya, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai jutaan rupiah.
“Kalau kita berlima mungkin kalau tiket pakai bus ya Rp 400 ribu dikali lima, sekitar Rp 2 jutaan. Nah itu untuk satu kali jalan, belum nanti pulangnya,” jelasnya.
Surejo mengetahui program ini dari media sosial dan mengaku proses pendaftarannya cukup mudah.
“Nggak sih, kalau daftar kita cuma daftar, terus nanti ada konfirmasi gitu,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi ekonomi yang membuat sebagian masyarakat berpikir ulang untuk mudik.
“Banyak yang nggak mudik karena biayanya cukup lumayan. Apalagi yang kayak saya sendiri bukan karyawan, nggak ada bantuan ongkos dan sebagainya. Jadinya ya sangat berat,” ujarnya.
Meski demikian, ia bersyukur bisa ikut program ini dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.





