Iran menangkap 10 orang yang disebut sebagai “mata-mata asing” di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penangkapan ini diumumkan oleh pasukan elite Garda Revolusi Iran pada Selasa (17/3).e
Kasus mata-mata di Iran ini disebut berkaitan dengan aktivitas spionase saat situasi perang memanas.
Menurut laporan AFP, otoritas Iran mengklaim para tersangka terlibat dalam pengumpulan informasi sensitif.
Garda Revolusi Iran menyebut penangkapan dilakukan di Provinsi Razavi Khorasan.
“Sepuluh elemen bayaran dan pengkhianat telah diidentifikasi dan ditangkap,” demikian pernyataan badan intelijen mereka, dikutip dari kantor berita ISNA.
Namun, pihak Iran tidak mengungkap kewarganegaraan para tersangka.
Dari jumlah tersebut, empat orang disebut tengah mengumpulkan informasi terkait lokasi sensitif dan infrastruktur ekonomi. Sementara sisanya diduga memiliki kaitan dengan kelompok yang disebut sebagai “teroris monarki.”
Penangkapan ini terjadi saat ketegangan Iran dengan AS dan Israel terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.





