Tekan Beban Bantargebang, Jakarta Bangun Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Tiga pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTSa akan dibangun di Jakarta. Pemilahan sampah dari sumbernya juga bakal diperkuat untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang.

Pengelolaan sampah di Jakarta sejauh ini belum optimal. Muaranya terjadi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Kejadian itu menewaskan tujuh orang ketika truk-truk sedang mengantre giliran membongkar sampah.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut, tiga PLTSa akan segera dibangun. Rencana ini telah disepakati dalam rapat koordinasi tingkat kementerian tentang penanganan sampah menyusul longsor di TPST Bantargebang.

"Karena memang pertama keterbatasan Bantargebang. Tidak mungkin kemudian semua sampah itu dikelola di sana. Dalam waktu dekat Pemerintah Jakarta bersama Danantara dan pemerintah pusat akan membangun tiga PLTSa," kata Pramono di Monumen Nasional, Jakarta pada Selasa (17/3/2026).

Tiga PLTSa dibangun di TPST Bantargebang, Tanjungan, dan Sunter di Jakarta Utara. Masing-masing direncanakan mengelola sampah lama dan baru dengan kapasitas berbeda.

PLTSa di TPST Bantargebang mengelola 3.000 ton sampah per hari. Sebanyak 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama.

Fasilitas di Tunjungan mengelola 2.000 ton sampah baru per hari. Sedangkan di Sunter untuk 2.500 ton sampah baru per hari.

"Kalau PLTSa ini jalan dan Refuse Derived Fuel atau RDF Rorotan jalan, sudah bisa kelola kurang lebih 6.500-7.000 ton sampah per hari," ujar Pramono.

Jika berjalan sesuai rencana maka sampah yang diangkut ke TPST Bantargebang turun dari 7.000 ton-8.000 ton per hari menjadi 1.000 ton.

Pramono menambahkan, tanda tangan kontrak direncanakan Mei atau Juni 2026. Selanjutnya pembangunan berlangsung 15-20 bulan.

"Kemudian, yang kedua memang kami segera akan mempersiapkan warga untuk mulai terbiasa dengan memilah sampah," kata Politisi PDI-Perjuangan itu.

Baca JugaTragedi Bantargebang, Bom Waktu Sampah yang Terus Memakan Korban
Baca JugaBantargebang Semakin Kritis dan Hampir Penuh 
TPST Bantargebang

Operasional pengelolaan sampah Jakarta terganggu longsor di TPST Bantargebang. Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menargetkan operasional kembali normal dalam waktu satu pekan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, tim di lapangan membersihkan material longsoran sekaligus menata kembali area terdampak di Zona 4A.

Material longsoran yang berada di aliran sungai dekat TPST dipindahkan ke area penimbunan, yakni Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar. Kemudian, dilakukan penataan ulang agar kondisi zona tersebut lebih aman.

Selain penanganan longsoran, lanjut Asep, turap kali diperbaiki pada dua titik yang terdampak luapan air. Perbaikan dilakukan untuk memastikan infrastruktur di sekitar area TPST tetap aman serta mencegah potensi gangguan baru.

Dari sisi operasionalnya, zona timbunan sampah dirapikan guna meminimalkan risiko longsor. Pekerjaan ini fokus pada Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar.

Selama pemulihan berlangsung, pelayanan pembuangan sampah berjalan melalui tiga titik aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.

Ketika proses perbaikan Zona 4 Besar selesai, operasional kembali normal dengan tambahan kapasitas layanan sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Adapun untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah selama masa pemulihan, sebagian sampah dialihkan ke fasilitas lain, yakni RDF Plant Bantargebang, RDF Plant Rorotan, dan PLTSa Merah Putih.

“Pemprov Jakarta berkomitmen memastikan layanan pengelolaan sampah bagi warga tetap berjalan optimal, sekaligus mempercepat pemulihan agar operasional TPST Bantargebang kembali normal secara aman dan terkendali,” kata Asep.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Idulfitri, BNPP RI Percepat Penanganan Pascabanjir Bandang di Aceh
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Wakapolri Tinjau Arus Mudik Lewat Udara, Pastikan Penyeberangan Merak–Bakauheni Terkendali
• 14 menit laluidxchannel.com
thumb
Menjadi “Pohon Rindang”, Astra Jaga Relevansi di Tengah Perubahan Zaman
• 59 menit lalukatadata.co.id
thumb
Ekonom Desak Indonesia Ikuti Malaysia Cabut Perjanjian Dagang dengan AS, Ini Dampaknya!
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Saat Emak-emak Tersesat di Pinggir Tol Palikanci, Diselamatkan Petugas
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.