tvOnenews.com - Nama Demiane Agustien mendadak ramai dibicarakan, khususnya di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Gelandang muda yang saat ini memperkuat akademi Arsenal F.C. tersebut mencuri perhatian setelah penampilan gemilangnya di level U-21, ditambah dengan latar belakang keturunan Indonesia yang dimilikinya.
Sorotan terhadap Agustien bukan tanpa alasan. Selain performanya yang terus meningkat, ia juga disebut-sebut masuk radar pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Informasi ini diungkap oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui unggahan di media sosialnya.
Dalam pernyataannya, Noor menyebut bahwa Agustien merupakan salah satu pemain muda yang menarik perhatian tim pelatih.
“Winger Arsenal Demiane Agustien mencuat setelah tampil luar biasa bersama Arsenal U-21. Ia masuk daftar pemain muda yang dibidik pelatih,” tulisnya.
- Instagram/Demiane Agustien
Punya Darah Indonesia, Peluang Terbuka
Agustien diketahui lahir dan besar di Eropa, namun memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek di pihak ibu.
Hal ini membuat peluangnya untuk membela Timnas Indonesia terbuka, tentu dengan catatan proses administrasi serta keinginan pribadi sang pemain berjalan seiring.
Lahir pada 28 Juli 2007, Agustien dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki kreativitas tinggi.
Ia menjadi bagian dari skuad Arsenal U-21, salah satu jenjang penting dalam sistem pembinaan pemain muda klub asal London tersebut.
Pada musim 2025/2026, performanya cukup menjanjikan. Dari total 18 pertandingan di berbagai kompetisi akademi seperti Premier League 2 dan UEFA Youth League, ia mampu mencetak 4 gol.
Catatan ini terbilang impresif mengingat usianya yang masih 18 tahun dan tengah beradaptasi di klub besar.
- Instagram @demiane07
Hattrick yang Bikin Namanya Melejit
Puncak perhatian publik datang saat Agustien tampil luar biasa dalam laga Premier League 2 menghadapi Leeds United F.C. U-21 pada 1 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, ia sukses mencetak hattrick dan membawa Arsenal U-21 menang telak 4-0.
Penampilan ini langsung menjadi buah bibir, tak hanya di lingkungan akademi Arsenal, tetapi juga hingga ke Indonesia.




