Atlet Kickboxing Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual demi Lindungi Atlet Lain

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet kickboxing nasional berinisial VAAP mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya sebagai upaya mencegah kejadian serupa terulang serta mendorong peningkatan perlindungan bagi atlet, khususnya perempuan.

Atlet tersebut mengatakan keputusan untuk berbicara bukan hal mudah karena pada awalnya ia diliputi rasa malu dan takut. Ia pun sempat menempuh jalur internal dengan melaporkan kasus tersebut kepada Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI).

Baca Juga
  • KONI Dukung Menpora Berantas Kekerasan Seksual, Pelaku Dilarang Terlibat Selamanya di Olahraga
  • Erick Thohir Sebut Dugaan Pelecehan Seksual Atlet Panjat Tebing Perbuatan Jahanam
  • Kemenpora dan LKBH FH UI Siap Bersinergi Tangani Kasus Kekerasan Seksual pada Atlet

“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan tindak lanjut lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” kata VAAP dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Namun, ia mengatakan proses tersebut belum memberikan perlindungan yang diharapkan. Karena itu, ia akhirnya memutuskan melaporkan dugaan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelumnya, ia juga telah menyampaikan laporan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah.

Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang menjalani masa latihan intensif sebagai atlet.

VAAP mengaku pada awalnya hanya berani melaporkan kejadian tersebut secara internal karena belum memiliki keberanian untuk membuka kasus tersebut secara luas.

“Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal saja secara prosedur,” ujarnya.

Dalam proses pelaporan ke kepolisian, ia juga mengaku menjalani proses tersebut tanpa pendampingan kuasa hukum. Ia mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk perjuangannya untuk mendapatkan keadilan.

Lebih lanjut, ia berharap pengalamannya dapat menjadi pembelajaran bagi atlet lain agar berani menjaga diri serta tidak ragu melapor apabila mengalami tindakan tidak pantas.

“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang mau bicara,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak seharusnya diraih dengan mengorbankan harga diri dan martabat atlet.

“Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian,” ujarnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kumpulkan 6 Menteri, Mensesneg Ungkap Pemerintah Siapkan Evaluasi Besar-besaran ASN
• 23 menit laluokezone.com
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Tim Advokasi Dorong Investigasi Independen
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
BNN Musnahkan 34,2 Kg Narkoba, Ada Sabu hingga Party Drug dari Sindikat Rusia
• 1 jam laludetik.com
thumb
Iran Tangkap 500 Orang Atas Tuduhan Spionase Sejak Serangan AS-Israel
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamenpar Tinjau Surabaya, Hadirkan Wisata Berkualitas di Libur Panjang
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.